MAGELANG (SUARABARU.ID) – Kota Magelang meraih Penghargaan Persentase Tertinggi Pemenuhan Kebutuhan Darah, pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61 Tahun 2025 yang digelar di Balai Kartini Jakarta, baru-baru ini.
Penghargaan tersebut diserahkan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr Azhar Jaya kepada Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, yang diwakili Mimin Triyanti, Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Magelang.
Penghargaan ini menjadi catatan prestasi penting, karena baru pertama kali diterima Kota Magelang dan menempatkan kota ini sebagai salah satu daerah dengan sistem layanan darah terbaik di Indonesia.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kerja keras seluruh jajaran yang terlibat. Mulai dari Unit Donor Darah (UDD), PMI Kota Magelang, rumah sakit di Kota Magelang, para pendonor sukarela, hingga komunitas yang konsisten mendukung kegiatan donor darah.
“Penghargaan ini adalah wujud nyata bahwa Kota Magelang tidak hanya berbicara tentang pelayanan publik, tetapi benar-benar memastikan layanan kesehatan yang vital seperti ketersediaan darah, juga terpenuhi. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk pencapaian ini,” tutur Damar.
Ia menegaskan, Pemkot Magelang akan terus memperkuat ketahanan layanan darah, termasuk memastikan sistem yang mandiri, berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Istikomah menjelaskan, penghargaan tersebut dapat diraih berkat sejumlah capaian strategis. Di antaranya kemandirian RS dan UDD Kota Magelang yang mampu menyediakan 2.800–3.000 kantong darah per bulan, termasuk melayani permintaan dari Kabupaten Magelang, Temanggung, hingga Purworejo.
“Selain itu, kami aktif melakukan kampanye donor darah sukarela. Dengan dukungan banyak pihak, kami melakukan kegiatan donor darah massal dan jemput bola, termasuk buka layanan tiap hari minggu di care free day Rindam,” terangnya.
Istikomah berharap, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan ketersediaan darah di Kota Magelang. Dia juga berharap kegiatan donor darah sukarela menjadi bagian dari budaya dan tanggungjawab sosial
“Hal ini dapat meningkatkan keberlanjutan pelayanan transfusi darah di RS. Selain itu, dapat mengurangi risiko kekurangan darah (blood shortage) dan menjaga keberlangsungan layanan kesehatan,” pungkasnya.(prokompimkotamgl)













