blank
Hadi Priyanto saat menyampaikan paparannya tentang tokoh-tokoh Jepara. Foto: Dok Panitia

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebanyak 100   guru Ilmu Pengetahuan Sosial  SMP dan Pengurus Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) SD se Kabupaten Jepara telah mengikuti Bimbingan Teknis Penyusunan Modul Ajar Berbasis Sejarah Lokal  untuk Penguatan Pembelajaran IPS, Jumat (12/12-2025). Bersamaan itu juga tengah disusun modul ajar tentang budaya lokal Jepara.

Kegiatan yang berlangsung di aula 1 Disdikpora Jepara  ini dibuka oleh   Kabid SMP Hening Indrati dengan menghadirkan dua narasumber, Hadi Priyanto dan Upik Setyawan. Sedangkan acara dipandu oleh Wuriyanto, Subkor Pengendalian Mutu SMP.

Menurut  Hening Indrati penyusunan modul ajar berbasis sejarah lokal ini adalah menindaklanjuti petunjuk Bapak Bupati Jepara saat berlangsung bedah buku Roekmini van Jepara belum lama ini. “Harapannya tokoh-tokoh sejarah lokal Jepara  yang memiliki spekrum  hingga  tingkat nasional tidak hanya dikenal namanya,” ujarnya.

blank
Peserta Bimbingan Teknis Penyusunan Modul Ajar Berbasis Sejarah Lokal untuk Penguatan Pembelajaran IPS, Jumat (12/12-2025). Foto: Dok Panitia

Sementara Hadi Priyanto, pegiat budaya dan penulis sejumlah  buku ini member apresiasi terhadap kebijakan bupati Jepara dengan mengajarkan sejarah yang lebih utuh tentang tokoh-tokoh Jepara  kepada siswa. “Harapannya kita tidak hanya mengenalnya sebatas kulit ari dengan mengetahui tanggal lahirnya dan kemudian memperingati setiap tahun dengan tidak memahami gagasan-gagasan dan spiritnya,”  ungkap Hadi.

Jika hal seperti ini terus terjadi, maka kita tidak pernah mendapatkan pelajaran apapun dalam setiap kali kita berbicara tentang tokoh-tokoh besar Jepara di panggung pergerakan nasional bangsa ini. “Karena itu dalam modul yang akan disusun diharapkan juga menampilkan gagasan-gagasan para tokoh yang masih relevan hingga saat ini,” pintanya.

Ia juga menguraikan sejumlah tokoh besar Jepara mulai mitos Kerajaan Jawa dengan tampilnya Sandang Garba sebagai penguasa Jepara dan Juana, Arya Timur, Ratu Shima,  Sultan Hadirin,  Ratu Kalinyamat serta R.A. Kartini. R.A. Rukmini, dr Cipto Mangunkusumo dan dr Gunawan Mangunkusumo.

“Karena itu gagasan – gegasan besar dan spirit perjuangan para tokoh Jepara  harus menjadi bagian modul ajar hingga anak-anak bisa memetik keteladanan  yang penting dalam pembentukan karakter siswa,” pungkasnya.

Septiana Wibowo