WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah Toharotun menyebut Indonesia saat ini sedang dalam kondisi darurat narkoba.
Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN) terdapat sekitar 3,3 juta warga negara Indonesia yang terjerat penyalahgunaan narkoba, dengan 312 ribu di antaranya adalah anak-anak remaja yang masih dalam kategori usia hijau.
“Kondisi tersebut tentu sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius dari semua pihak,” katanya dalam acara sosialisasi bahaya narkoba yang digelar Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Wonosobo di SMAN 1 Kertek, Jumat (12/12/2025).
Sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bertema “Generasi Sehat Generasi Hebat, Indonesia Kuat Tanpa Narkoba” tersebut menghadirkan pemateri dari Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Wonosobo dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Temanggung.
Dikatakan Toharotun, pemerintah dan lembaga terkait seperti BNN dan Ganas Annar MUI telah melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah narkoba, termasuk edukasi, sosialisasi dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba.
“Ganas Annar MUI berperan penting dalam upaya pencegahan dan penanganan narkoba, terutama di kalangan generasi muda.
Narkoba dapat merusak mental dan tubuh dan menyebabkan kematian,” sebutnya.
Ganas Annar MUI, lanjutnya, dibentuk dengan tujuan utama melakukan edukasi, sosialisasi, kerja sama, dan publikasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta pencegahannya.
Anti Narkoba

Adapun tujuan spesifik dari dibentuknya Ganas Annar MUI, sebut Toharotun, yakni memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa, tentang bahaya narkoba dan upaya pencegahannya.
“Membentuk karakter pelajar dan masyarakat yang menjauhi dan anti narkoba. Menggagas program strategis untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda,” paparnya.
Selain itu, tambah dia, juga untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, pendidikan dan pemerintah untuk secara bersama-sama memerangi peredaran narkoba.
“Juga memberikan layanan konsultasi dan pendampingan hukum kepada korban narkoba dan keluarganya. Memperkuat komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkoba dan menciptakan masyarakat yang bersih dari narkoba,” beber dia.
Ketua Ganas Annar MUI Wonosobo Umar Yusuf menambahkan peredaran narkoba juga dapat membahayakan masyarakat dan meningkatkan angka kejahatan. Sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya narkoba.
“Pemerintah dan lembaga terkait perlu meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan narkoba serta memberikan dukungan kepada keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.
Kepala SMA Negeri 1 Kertek Wonosobo Irfan Wahyu Husada mengapresiasi prakarsa dari Ganas Annar setempat yang menggelar sosialisasi bahaya narkoba bagi peserta didiknya. Pengetahuan tentang bahaya narkoba sangat penting diberikan kepada para pelajar dan generasi muda.
“Kami berharap acara ini dapat membawa hasil dan manfaat yang baik. Yakni bisa menuntun anak-anak menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, beriman, bertaqwa dan berwawasan lingkungan, seperti yang menjadi visi SMA Negeri 1 Kertek Wonosobo,” tandasnya.
Muharno Zarka













