blank
Plt. Direktur dr. Singgih Setyono M.Kes., MMR,bersama Kabag Umum dan Keuangan Ahmad Fajar Inhadl, Lc., ME, Kabid Medis dr. Agus Budi N., Kabid Penunjang Medis dr. Diah Indirasari, serta Kabid Keperawatan Harto, S.Kep., Ns. Foto: Manan

JEPARA (SUARABARU.ID) — RSI Sultan Hadlirin Jepara menggelar sosialisasi program unggulan bagi enam desa di Kecamatan Mlonggo sebagai upaya memperkuat kedekatan layanan kesehatan dengan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 RSI Sultan Hadlirin itu dihadiri perwakilan petinggi desa dan Forum Kesehatan Desa (FKD) dari Desa Jambu, Jambu Timur, Sekuro, Karanggondang, Suwawal, dan Srobyong. Jajaran pimpinan RSI turut hadir, antara lain Plt. Direktur dr. Singgih Setyono M.Kes., MMR, Kabag Umum dan Keuangan Ahmad Fajar Inhadl, Lc., ME, Kabid Medis dr. Agus Budi N., Kabid Penunjang Medis dr. Diah Indirasari, serta Kabid Keperawatan Harto, S.Kep., Ns.

Dalam sambutannya, dr. Singgih menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari orientasinya sejak ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur mulai November 2025 hingga Januari 2026. Ia memaparkan bahwa enam desa tersebut merupakan wilayah penyumbang pasien rawat terbanyak di RSI Sultan Hadlirin.

blank
Hasan, perwakilan Desa Jambu saat bertanya . Foto: Manan

“Kami melihat data yang sangat menarik. Desa panjenengan semua adalah penyumbang pasien terbanyak yang dirawat di RSI. Ini menjadi penghargaan tersendiri bagi kami sekaligus alasan mengapa pertemuan ini penting dilakukan. Kenapa baru sekarang? Iya, karena direkturnya saya,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Pada kesempatan itu, RSI memperkenalkan program khusus berupa diskon 10% biaya perawatan bagi Guru Madin, ustaz, kiai, dan guru ngaji yang belum tercakup BPJS sebagai apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam pendidikan keagamaan. Selain itu, sejumlah program layanan umum turut disosialisasikan, di antaranya:

* RSI Peduli – Layanan Kesehatan: pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi masyarakat, yang akan dimulai di Desa Jambu.

* Layanan Pemulasaraan Jenazah In Home sesuai Gender: pelayanan pemulasaraan jenazah yang dapat dilakukan di rumah warga dengan petugas sesuai gender dan sesuai syariat.

* Rencana Pembangunan Gedung Baru Lima Lantai: pembangunan gedung baru mulai Januari 2026 untuk menambah kapasitas kamar dan meningkatkan fasilitas pelayanan.

Sesi diskusi berjalan interaktif. Perwakilan Desa Sekuro, Ponco, menanyakan mekanisme dan biaya pemulasaraan jenazah bagi pasien ODHA. Sementara itu, Hasan dari Desa Jambu Timur menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan RSI, disertai masukan terkait peningkatan kualitas SDM dan kelancaran antrean obat. Seluruh masukan ditanggapi langsung oleh jajaran manajemen yang menegaskan komitmen RSI dalam meningkatkan mutu pelayanan.

Pertemuan ditutup dengan harapan agar jalinan komunikasi antara RSI Sultan Hadlirin dan enam desa di Kecamatan Mlonggo semakin erat. Para peserta menilai kegiatan ini bermanfaat sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang penyampaian kebutuhan serta harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Hadepe – Manan