blank
Kepala Dispertan Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujianto (kanan) memimpin Sekolah Lapang Kakao di Kebun Kakao Dusun Sanggrong, Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, menyatakan, saat ini terjadi kenaikan harga Kakao (Theobroma cacao L) dunia yang cukup signifikan. Kenaikan harga di pasar internasional mencapai Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu per Kilogram (Kg). ”Ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tegasnya.

Penegasan Kepala Dispertan Wonogiri tersebut, disampaikan Rabu (10/12/25), dalam acara Sekolah Lapang Tematik Pertanian Kakao Farmer Field Day (FFD) yang digelar di Dusun Sanggrong, Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Disebutkan oleh Baroto, wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, memiliki sejarah panjang sebagai lokasi pilot project kakao sejak era Tahun 1980-an. Menyikapi kenaikan harga kakao dunia saat ini, disebutkan itu menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan.

Kegiatan FFD dihadiri sekitar 60 peserta. Ini melibatkan Dipertan Wonogiri, jajaran Forkompincam termasuk dari Polsek dan Koramil Ngadirojo, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kepala Desa (Kades), dan para tokoh Kelompok Tani asal dari berbagai wilayah.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, kehadiran Polsek Ngadirojo dalam kegiatan tersebut, bukan sekadar melaksanakan tugas pengamanan. Tapi juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pokok Polri dalam mendukung program pemerintah, serta memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman, tertib, lancar dan produktif.

Peningkatan

Polri, tandas Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, berkomitmen untuk terlibat aktif dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Termasuk kegiatan di bidang pertanian dan perkebunan, yang menunjang ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan kaum agraris.

Kepala Desa (Kades) Mlokomanis Wetan, Suwarno, menyampaikan bahwa kakao pernah menjadi komoditas unggulan di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Berkaitan dengan sekarang ada peluang pasar global terhadap komoditas kakao yang menjanjikan, petani kakao diharapkan dapat bangkit kembali. Terlebih adanya sekolah lapang ini, kiranya dapat menjadi momentum kebangkitan petani kakao.

“Melalui sekolah lapang ini, petani memahami teknik budidaya yang tepat, sehingga dapat memperoleh hasilnya optimal,” tutur Kades Suwarno. Terhadap tanaman kakao yang sudah tua pun, dapat diremajakan untuk meningkatkan produktivitas.

Dukungan yang diberikan institusi Polri, kiranya menjadi wujud nyata dalam ikut serta berperan mendukung program pemberdayaan petani. Utamanya pada pengembangan komoditas kakao, agar dapat berlangsung optimal. Sinergi Polri dengan Pemerintah Daerah, TNI, dinas terkait serta kelompok tani akan terus diperkuat, agar setiap program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.(Bambang Pur)