KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen melaksanakan Gerakan Promosi dan Edukasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang dirangkai dengan Penyerahan Simbolis Bantuan Pangan Pemerintah.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari program unggulan daerah “Mangan Wareg Bergizi Bareng Biyunge”, berlangsung meriah di SDN 1 Pucangan, Kecamatan Sadang, Rabu (3/12) 2025.
Acara diikuti oleh murid-murid dSDN 1 Pucangan dan SDN 2 Pucangan. Diawali senam pagi, kedatangan Bupati Lilis disambut antusias oleh para peserta. Suasana semakin akrab saat Bupati Lilis menyapa dan berinteraksi langsung dengan para siswa SD.
Dalam sesi tanya jawab, Bupati Lilis menunjukkan keakraban dengan melontarkan pertanyaan ringan.
“Tadi sudah senam kan? Sudah pada sarapan belum? Siapa yang suka makan sayur?”sapa Bupati Lilis akrab kepada para murid.

Pertanyaan juga menyentuh edukasi gizi seputar kandungan karbohidrat dan protein dalam makanan.
Awalnya, Bupati berencana memberikan hadiah sepeda. Namun, karena medan Desa Pucangan yang berbukit, hadiah diganti menjadi uang tunai.
Sebanyak 20 anak yang berhasil menjawab pertanyaan Bupati mendapatkan masing-masing Rp 50.000, dengan total hadiah Rp 1 juta.
Tidak hanya itu, Bupati Lilis juga berpesan kepada para pelajar untuk memanfaatkan penggunaan ponsel atau gawai mereka secara bijak, khususnya untuk hal-hal positif seperti edukasi dan belajar.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen Teguh Yuliono menjelaskan, kegiatan hari ini fokus pada edukasi konsumsi pangan B2SA sekaligus penyaluran bantuan pangan pemerintah melalui Bulog.
“Kami berharap melalui edukasi pangan B2SA ini, para orang tua/wali murid dapat lebih optimal dalam menyiapkan menu makanan yang memenuhi syarat B2SA bagi anak-anak mereka, demi menyiapkan generasi yang sehat,”jelas Teguh.
Dalam kegiatan ini, dibagikan 450 porsi makanan B2SA yang terdiri dari nasi sorgum, telur, katsu, dan buah pisang. Teguh menambahkan, bantuan pangan yang disalurkan adalah alokasi untuk dua bulan, Oktober hingga November.
“Masing-masing penerima mendapatkan beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter untuk alokasi dua bulan,”terang Teguh.
Edi Wibowo dari Kantor Bulog Cabang Magelang merincikan data penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Sadang.
“Penyaluran di Kecamatan Sadang mencakup 11 desa dengan total sekitar 51,9 ton beras dan 10.384 liter minyak goreng. Ini diserahkan kepada 2.596 penerima manfaat atau Kepala Keluarga (KK),”terang Edi.
Secara keseluruhan di Kabupaten Kebumen, jumlah penerima mencapai 128.579 KK, dengan total 2.571.580 kg beras dan 514.316 liter minyak goreng.
Edi menjelaskan penambahan minyak goreng pada alokasi Oktober-November ini merupakan usulan pemerintah, sementara alokasi sebelumnya (Juni-Juli) hanya berupa beras.
“Kualitas beras yang disalurkan adalah beras medium, dan kami bangga karena beras ini diambil dari hasil panen petani Kebumen sendiri,”kata Edi. Ia menargetkan penyaluran di 11 kecamatan sisa akan selesai dalam seminggu ke depan.
Selain penyaluran bantuan pangan gratis, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindag KUKM) juga membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat umum.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya: beras medium 5 kg Rp67.000, minyak goreng Rp14.500/liter, gula pasir Rp15.000/kg, telur ayam Rp 27.000/kg, dan daging ayam Rp28.000/kg, serta bawang merah dan bawang putih.
Kegiatan edukasi B2SA ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen Nurjanah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sri Kuntarti, Kepala Disperindag KUKM Haryono Wahyudi, Forkopimcam Sadang, guru, dan ratusan murid SDN Pucangan.
Komper Wardopo













