WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Keluarga besar KORPRI Kabupaten Wonogiri, peduli melakukan bakti sosial (Baksos). Yakni memberikan bantuan dana Rp 10 juta, untuk korban pengungsian bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.
Bencana tanah longsor di Banjarnegara ini, total korbannya sebanyak 28 orang. Dari jumlah tersebut, 17 berhasil ditemukan, sementara 11 lainnya tidak ditemukan.
Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, Rabu (3/12/25), mengabarkan, bantuan diserahkan oleh Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama. Penyerahan bantuan ini, dilaksanakan bersamaan dengan upacara peringatan HUT Ke-54 KORPRI yang dirangkai dengan peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-80 PGRI Tahun 2025.
Upacara digelar di halaman Kantor Kabupaten Wonogiri. Dalam kesempatan ini, diserahkan berbagai penghargaan kepada para ASN berprestasi dan pemenang perlombaan. Momentum peringatan ini, diharapkan menjadi tonggak untuk terus menumbuhkembangkan loyalitas segenap Aparatur Sipil Negara (ASN). Tujuannya, agar selalu bersikap profesional sebagai abdi negara yang melayani serta mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial saja, tetapi untuk menggerakkan segenap ASN agar berbuat nyata bagi masyarakat dan lingkungannya,” tegas Wakil Bupati (Wabup) Imron Rizkyarno saat tampil menjadi Pembina Upacara.
Ikhlas
Untuk itu, ASN diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, melayani dengan ikhlas dan menjadi solusi berbagai persoalan dalam masyarakat. Juga mampu memberikan andil terwujudnya Indonesia Maju.
Tema peringatan HUT KORPRI Ke-54 adalah “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju.” Tema ini, mencerminkan tekad ASN untuk menjaga persatuan dan menjadi penggerak birokrasi demi Indonesia yang adil dan berdaya saing.
Wabup Imron, juga menyoroti pentingnya netralitas ASN dalam menghadapi dinamika politik, dan meminta seluruh anggota KORPRI untuk mendukung program prioritas pemerintah. Selain itu, peringatan HUT PGRI Ke-80 dan Hari Guru Nasional Tahun 2025, menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi guru, dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Wonogiri.
Di era digital dan dunia global, tugas guru semakin berat, karena dihadapkan pada tantangan kehidupan yang semakin hedonis materialistis, dimana kebahagiaan dan penghargaan dihargai sebatas materi. Guru juga dihadapkan pada tantangan sosial, budaya, moral, politik, tuntutan masyarakat yang kian tinggi, tetapi dengan apresiasi yang rendah.
“Harapan kita bersama, guru-guru di Kabupaten Wonogiri mampu menjadi teladan di dalam dan di luar kelas, menjadi figur inspiratif yang digugu dan ditiru (jadi panutan),” tandas Wabup Imron Rizkyarno. Juga menjadi mentor, motivator serta sahabat bagi para murid dalam suka dan duka.(Bambang Pur)













