blank
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko (kemeja putih) menerima penghargaan atas prestasi Kabupaten Grobogan sebagai Kabupaten/Kota Sehat dengan predikat Swasti Saba Padapa. Foto: dok Dinas Kesehatan Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, Pemkab Grobogan sukses meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kategori Madya dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima melalui Dinas Kesehatan Grobogan pada Selasa (2/12/2025), sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan daerah dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko, MAP, menerima langsung penghargaan tersebut dari Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.

BACA JUGA : Taj Yasin Minta Lahan Tidur Dimanfaatkan untuk Pertanian Produktif

Dalam kesempatan itu, dr Djatmiko mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam menjaga sanitasi lingkungan.

Ia menjelaskan, penilaian STBM Madya didasarkan pada keberhasilan daerah dalam menjalankan lima pilar utama STBM secara konsisten di seluruh wilayah.

Lima pilar tersebut meliputi penghentian praktik buang air besar sembarangan, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Menurutnya, kesadaran masyarakat Grobogan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat terus menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya dalam praktik penggunaan jamban sehat di lingkungan permukiman.

Program jambanisasi yang terus digencarkan Pemkab Grobogan terbukti efektif menekan angka perilaku buang air besar sembarangan di berbagai desa dan kelurahan.

Selain itu, ia juga menyoroti meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, pengelolaan air minum yang aman, hingga pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga secara lebih tertib.

blank
Penghargaan ini menegaskan Kabupaten Grobogan mempertahankan kelayakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat menuju Kabupaten Sehat. Foto: dok Dinas Kesehatan Grobogan.

Pihaknya menegaskan bahwa penghargaan STBM kategori Madya tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pemerintah, tetapi juga mencerminkan perubahan perilaku positif masyarakat Kabupaten Grobogan dalam bidang kesehatan lingkungan.

Tak hanya itu, Pemkab Grobogan juga kembali meraih penghargaan Kabupaten/Kota Sehat dengan predikat Swasti Saba Padapa pada tahun 2025 ini.

Penghargaan tersebut menjadi kali kedua yang diraih Grobogan setelah sebelumnya memperoleh predikat yang sama pada tahun 2023.

Dokter Djatmiko menyampaikan bahwa Kabupaten Grobogan menjadi salah satu dari 23 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang berhasil mempertahankan predikat Kabupaten/Kota Sehat tahun ini.

Ia menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang terus terjaga, mulai dari jajaran organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, hingga peran aktif masyarakat.

Menurutnya, penghargaan Kabupaten/Kota Sehat merupakan instrumen penting untuk mengukur tingkat kesehatan daerah melalui pencapaian sembilan tatanan utama.

Sembilan tatanan tersebut meliputi masyarakat sehat mandiri, kawasan permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar rakyat, perkantoran dan perindustrian, kawasan pariwisata sehat, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, serta pencegahan dan penanggulangan bencana.

Ia berharap, seluruh tatanan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui integrasi kebijakan dari berbagai OPD serta dukungan berkelanjutan dari masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi Pemkab Grobogan untuk terus memperluas program promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Dengan diraihnya dua penghargaan nasional sekaligus pada tahun 2025 ini, daftar prestasi Pemkab Grobogan di sektor kesehatan kembali bertambah melalui Dinas Kesehatan.

BACA JUGA : Petugas Kembali Tertibkan Kabel FO Semrawut di Wonosobo

Dinkes Grobogan mencatat, sebelumnya daerah ini juga pernah meraih sejumlah penghargaan bergengsi di bidang STBM, di antaranya Penghargaan ODF 100 persen Pilar 1 STBM pada 2016, STBM Berkelanjutan tahun 2018, serta berbagai penghargaan bagi kepala desa, sanitarian, dan natural leader berprestasi pada 2020.

Sementara di tingkat nasional, penghargaan Kabupaten/Kota Sehat Swasti Saba Padapa berhasil diraih Grobogan dua kali berturut-turut, yakni pada 2023 dan kembali ditegaskan pada 2025.

Pemkab Grobogan menargetkan capaian ini dapat terus dijaga sebagai pondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing di masa depan.

TYA WIDYA