blank
Para personel Sat Samapta Polres Wonogiri bersama para personel dari lintas fungsi, melakukan simulasi penanganan bencana banjir di perairan Waduk Gajahmungkur.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Polres Wonogiri menggelar simulasi penanganan bencana banjir dan kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas). Dua jenis simulasi ini, digelar di perairan Waduk Gajahmungkur, dan di kompleks Gedung Olahraga (GOR) Giri Mandala Wonogiri.

Dua kegiatan simulasi yang dilatihkan pada Hari Jumat (28/11/25) tersebut, diikuti ratusan personel dari sejumlah satuan di jajaran Polres Wonogiri. Juga melibatkan peran dari sejumlah instansi terkait. Untuk simulasi Laka Lantas, melibatkan Komando Pengendali Lapangan (KPL). Kemudian simulasi penanganan bencana banjir, menyertakan perahu, pelampung beserta kelengkapan pendukung lainnya.

Kegiatan pertama dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Wonogiri Iptu Nanang Sutrisno, dengan melibatkan personel lintas fungsi. Termasuk menyertakan tenaga medis, logistik, Intelijen, Satlantas, hingga perwakilan instansi terkait.

Dalam simulasi tersebut, personel menjalani materi kesiapsiagaan penanganan banjir, pengecekan sarana prasarana (Sarpras) kelengkapan, pendirian posko, teknis penyelamatan korban. Juga mengaktifkan Early Warning System (EWS). Sejumlah peralatan seperti perahu karet, kano, pelampung, tabung oksigen, dan HT turut dikerahkan.

EWS adalah sistem peringatan dini, yang dalam konteks penanganan bencana, merupakan sistem untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang ancaman akan terjadinya bencana.

Dari hasil evaluasi, personel dinilai mampu memahami kecepatan respons, akurasi SOP (Standard Operating Procedure) atau prosedur operasional standar. Juga memahami alur komunikasi, kecukupan logistik, hingga mekanisme pelaporan cepat saat terjadi bencana. Seluruh rangkaian pelatihan berjalan lancar dan kondusif.

Koordinasi

Sementara itu, pada waktu bersamaan, Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Subroto, memimpin simulasi di di kompleks GOR Giri Mandala. Simulasi dilakukan untuk melaksanakan penanganan kecelakaan Laka Lantas dalam kondisi bencana.

Simulasi melibatkan Sat Lantas, Dokkes, Dishub, Jasa Raharja, Damkar dan tim mobil derek. Personel menjalankan SOP olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), penanganan korban, serta koordinasi antarinstansi. Hasilnya, dinyatakan berjalan baik dan personel memahami tugas masing-masing saat menghadapi kejadian nyata.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo, menyatakan, dua kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapan nyata Polres Wonogiri, dalam menghadapi potensi bencana alam dan kecelakaan lalu lintas.

“Simulasi ini penting untuk memastikan setiap personel, baik Samapta maupun Satlantas, benar-benar siap bergerak cepat, tepat dan terkoordinasi,” tandas Kapolres. Kondisi cuaca ekstrem, menuntut untuk selalu siap, baik dari sisi kemampuan personel maupun peralatan.

Simulasi dilakukan secara kolaborasi lintas fungsi, dengan mendapatkan dukungan dari instansi terkait. Ini menjadi kunci keberhasilan penanganan keadaan darurat. Harapannya, ketika kejadian nyata terjadi, masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional.(Bambang Pur)