blank
Foto bersama narasumber dan pengurus YPI Al-Faqih Jepara. Foto: Sri Hidayati

JEPARA (SUARABARU.ID) – Upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan dan memperkuat daya saing lembaga pendidikan terus dilakukan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Faqih Jepara. Pada Rabu, 26 November 2025, yayasan yang telah hampir sembilan dekade berkiprah di dunia pendidikan ini menggelar workshop bertajuk “Transformasi Kepemimpinan Menuju Sekolah Unggul dan Berdaya Saing”.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusias diikuti para pimpinan dari 10 lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan, mulai PAUD, RA, MI, MTs, Madin 1 & 2, TPQ 1, 2 & 3 hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Tsamrotul Huda.

Workshop tersebut dihadiri jajaran pimpinan strategis lembaga, antara lain Kepala Sekolah / Madrasah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Tata Usaha, serta Ketua Program Keahlian. Para peserta hadir dengan penuh semangat, menunjukkan harapan besar terhadap proses transformasi yang akan dijalankan bersama dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang lebih adaptif, unggul, dan siap bersaing di tengah dinamika zaman.

blank
Peserta workshop antusias ikuti kegiatan. Foto: Sri Hidayati

Pemateri dari Lembaga Pendidikan Ternama

Untuk memperkuat substansi dan arah transformasi kepemimpinan, YPI Al-Faqih menghadirkan narasumber utama Dr. H. Nur Rohman, S.Pd., M.Si., Ketua Yayasan Pendidikan Bumi Kartini sekaligus dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan visioner di Jepara yang berpengalaman memajukan lembaga pendidikan favorit melalui berbagai inovasi dan kultur kepemimpinan yang kuat.

Kehadiran Dr. Nur Rohman memberikan warna tersendiri dalam workshop tersebut. Melalui wawasan dan pengalaman panjangnya, diharapkan mampu memantik inspirasi serta memacu semangat para pimpinan lembaga di bawah YPI Al-Faqih untuk bergerak lebih progresif. Harapan tersebut sejalan dengan visi yayasan yang ingin membawa seluruh lembaga menjadi institusi pendidikan unggul, baik dalam mutu akademik, tata kelola, maupun daya saing di kancah lokal hingga nasional.

Warisan Pendidikan Hampir 90 Tahun

YPI Al-Faqih Jepara bukanlah lembaga baru. Lembaga pendidikan Yayasan ini berdiri sejak tahun 1937, menjadikannya salah satu institusi pendidikan tertua di Jepara yang secara konsisten memberikan kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut. Hampir 90 tahun perjalanan bukan sekadar angka sejarah, tetapi menjadi landasan kuat untuk terus bergerak maju.

Namun, tantangan dunia pendidikan kini semakin kompleks. Perubahan teknologi, tuntutan masyarakat, hingga persaingan antar-institusi pendidikan menuntut para pimpinan lembaga untuk bertransformasi secara menyeluruh. Oleh karena itu, workshop ini digelar sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa YPI Al-Faqih tetap relevan dan mampu menjadi motor penggerak pendidikan yang berkualitas.

Sambutan Ketua YPI Al-Faqih Jepara: Perlu Mindset Baru Pemimpin

Kegiatan dimulai dengan sambutan oleh Ketua YPI Al-Faqih Jepara, Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa transformasi besar di lembaga pendidikan hanya dapat terjadi apabila dimulai dari para pemimpinnya.

“Saya berharap setelah workshop ini, para kepala lembaga mampu mengubah mindset menjadi pemimpin yang visioner, inovatif, dan berani mengambil risiko demi kemajuan lembaga masing-masing,” ujarnya. Menurutnya, perubahan pola pikir merupakan pintu masuk bagi lahirnya inovasi dan perbaikan tata kelola lembaga pendidikan.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan di era sekarang tidak cukup hanya mengandalkan rutinitas administratif. Pemimpin harus mampu membaca arah perkembangan zaman, memotivasi tim, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendorong kreativitas dan karakter peserta didik.

Materi Transformasi Kepemimpinan dan Upaya Membangun Daya Saing

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Nur Rohman menyoroti pentingnya kepemimpinan transformasional di lembaga pendidikan. Ia menegaskan bahwa pemimpin sekolah bukan hanya pengelola, tetapi juga agen perubahan yang menentukan maju atau mundurnya kualitas sekolah.

“Lembaga pendidikan unggul tidak lahir karena fasilitas semata, tetapi karena kepemimpinan yang kuat dan komitmen kolektif untuk terus berkembang,” ungkapnya dalam sesi workshop yang berlangsung interaktif.

Beberapa poin utama yang dibahas dalam workshop antara lain:

  • Perubahan mindset kepemimpinan dari administratif menuju transformasional
  • Strategi membangun budaya sekolah yang positif dan produktif
  • Inovasi pembelajaran di era digital
  • Penguatan manajemen mutu sekolah
  • Membangun daya saing melalui keunggulan sekolah dan prestasi siswa

Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, hingga berdialog mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi masing-masing lembaga. Atmosfer workshop terasa hidup, menunjukkan kebutuhan besar akan penguatan peran pemimpin di lingkungan YPI Al-Faqih.

Harapan: Lembaga Pendidikan Al-Faqih Semakin Maju dan Kompetitif

Dengan penyelenggaraan workshop ini, YPI Al-Faqih berharap adanya perubahan signifikan tidak hanya pada pola pikir, tetapi juga pada langkah konkret dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Tantangan ke depan membutuhkan pemimpin yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Transformasi ini diharapkan mampu membawa seluruh lembaga menjadi sekolah yang unggul, dipercaya masyarakat, dan mampu mencetak generasi yang berkarakter, cerdas, serta siap menghadapi perubahan.

Sebagai institusi yang telah hampir satu abad berdiri, YPI Al-Faqih terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan di Jepara. Workshop ini menjadi bukti bahwa usia yang panjang bukan alasan untuk berhenti berinovasi, tetapi justru menjadi dorongan untuk terus melangkah lebih jauh.

Hadepe – Sri Hidayati