KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID)- Kementerian Kehutanan menghijaukan kembali 50 hektare lahan bekas penambangan galian C di lereng Gunung Merapi .Penghijauan bekas lokasi penambangan pasir dan batu tersebut bersamaan dengan penanaman pohon serentak di 33 provinsi dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia 2025.
“Penanaman serentak ini adalah wujud nyata kerja bersama untuk memulihkan fungsi daerah aliran sungai (DAS) dan lahan kritis. Selain itu penanaman pohon serentak ini bagian dari perintah Presiden Prabowo yang mengikrarkan diri di depan dunia untuk menanam 12 juta hektar lahan kritis,,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada acara penanaman serentak yang dipusatkan di lahan bekas penambangan galian C, Blok Sentong, Desa Keningar , Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Selasa ( 25/11/2025).
Raja Juli Antono mengatakan, keluarnya Peraturan Presiden Nomor 110 tahun 2025 tentang penyelenggaraan instrumen nilai ekonomi karbon dan pengendalian emisi gas rumah kaca nasional, memotivasi pihak swasta dan masyarakat untuk menanam hutan yang gundul. Sehingga secara bersamaan mendapatkan manfaat ekonomi dari karbon.
Menurutnya, langkah rehabilitasi hutan tersebut bukan hanya penanaman. Melainkan, bagian dari strategi nasional menghadapi perubahan iklim dan memperkuat ketahanan pangan, energi, serta air.
Ia menjelaskan, Kementerian Kehutanan terus melakukan penegakkan hukum di kawasan hutan, salah satunya terhadap penambangan ilegal. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak tidak hanya menanam, melainkan juga menjaga agar bibit yang ditanam tetap tumbuh.
“Kami Kementerian Kehutanan melalui Gakkum sedang getol-getolnya untuk melakukan penegakan hukum, bukan tidak mengerti betapa pentingnya pasir bagi ekonomi masyarakat. Namun, penambangan harus melalui regulasi yang tepat,”katanya.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi mengatakan, Komisi IV DPR RI siap mendukung Kementerian Kehutanan dalam melestarikan hutan dan alam Indonesia.Karena, langkah tersebut sebagai manifestasi nyata dari pemerintah untuk generasi mendatang serta mendukung Asta Cita ke dua Presiden Prabowo, yakni ekonomi hijau swasembada pangan, swasembada energi,
“Kami dari Komisi IV DPR RI siap mendukung Kementerian Kehutanan dalam melestarikan hutan dan alam Indonesia. Kegiatan hari ini bukan sebuah seremonial melainkan manifestasi nyata dari pemerintah untuk generasi mendatang serta mendukung astacita ke dua presiden prabowo yakni ekonomi hijau swasembada pangan, swasembada energi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Muhammad Wahyudi menambahkan, hingga akhir Oktober kemarin, sekitar 409 hektare lahan di kawasan Gunung Merapirusak akibat penambangan Sedangkan, yang dihijaukan kembali saat ini baru mencapai 50 hektare,
“Lahan di kawasan Gunung Merapi yang rusak berat akibat penambangan tersebut masuk wilayah Keningar, Kecamatan Dukun dan Desa Ngori,mencapai 409 hektare tersebut yakntermasuk di luar alur sungai.Dan untuk tahap pertama ini sekitar 50 hektare dierehabilitasi,”kata Wahyudi.
Ia menambahkan, untuk menghijuakan kembali 50 hektare lahan bekas penambangan tersebut memerlukan sekitar 33.000 bibit pohoon. Pihaknya menargetkan, rehabilitasi hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi tersebut selesai pada Februari 2026 mendatang.
Adapun jenis pohon yang ditanam yakni pohon pule, nyamplungpronojiwo, duwet, pasang, tese dan lainnya. W. Cahyono













