KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Dr H Imam Satibi MPdI mengajak semua kader di daerahnya tetap menjaga nama besar NU serta terus memberikan layanan terbaik bagi umat.
“Kita optimistis PBNU bisa melewati situasi dinamika yang ada dengan baik. Dari PCNU, kami tidak punya kewenangan untuk mengevaluasi PBNU,”tandas Imam kepada Suarabaru.id, Selasa (25/11) siang.
Menyikapi dinamika di PBNU, Imam Satibi berharap kepada segenap Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di 26 kecamatan dan Ranting NU di desa/kelurahan untuk fokus ke agenda program masing-masing. Tidak perlu gelisah dengan situasi yang ada.
“Imbauan saya tidak perlu ikut berspekulasi dan mengeluarkan opini-opini yang bisa memperkeruh suasana. Mari kita saling menjaga nama besar NU dan terus memberikan layanan terbaik untuk umat,”tandas pria yang juga Rektor UMNU Kebumen itu.

Sementara di tempat terpisah intelektual NU Kebumen yang juga mantan Ketua Tanfidiziyah PCNU Kebumen 2018-2024 KH Drs Mohammad Dawamudin Masdar MAg menanggapi kemelut di PBNU menyatakan, dalam AD ART dan Peraturan Perkumpulan NU telah mengatur bahwa Ketua Umum PBNU dan jajarannya (Tanfidziyah) adalah melaksanakan apa saja yang telah menjadi kebijakan dan keputusan Rais Am dan jajarannya (Syuriyah).
Jaga Soliditas dan Ukhuwah Nahdhiyah
Menurut Kiai Dawamudin, dalam konstitusi dan regulasi, Tanfidziyah, dalam hal ini Ketua Umum dan jajarannya wajib taat dan melaksanakan apa yang telah menjadi keputusan Syuriyah.”Jadi yang wajib taat itu Ketum kepada Rais Am, bukan Rais Am kepada Ketum,”tandas mantan kepala MAN1 Kebumen itu.
Kiai Dawamudin berpendapat, adanya keputusan Lembaga Syuriyah yang ditandatangani oleh Rais Am agar Ketua Umum PBNU mengundurkan diri, selama sudah memenuhi ketentuan AD ART dan Perkumpulan NU, semestinya wajib dilaksanakan.
Namun Dawamudin juga menyatakan, apabila keputusan Syuriyah tersebut belum memenuhi ketentuan dan regulasi dalam AD ART dan Perkumpulan NU, sebaiknya Rais Am dan jajarannya dibantu oleh para kiai yang duduk di Mustasyar serta para Kiai Sepuh non struktural untuk mengevaluasi keputusannya dan mencari solusi yang terbaik untuk tetap terjaganya soliditas dan ukhuwah Nahdhiyah.
Kiai Dawamudin berharap semoga badai yang terjadi di PBNU sekarang ini segera berlalu dan tidak merembet ke struktur pengurus di tingkat PWNU, PCNU, MWC NU dan Ranting NU.
“Kepada semua warga NU saya berharap untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita-berita di media sosial. Prinsipnya, semua kebijakan dan keputusan NU itu tidak boleh bertentangan dengan AD ART NU dan Perkumpulan NU,”tandas pria yang akrab disapa Pak Dawam itu.
Komper Wardopo













