KUDUS (SUARABARU.ID) – Sebuah gudang produksi kerupuk di Dukuh Kawakan, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kudus, terbakar pada Selasa (25/10/2025) dini hari. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB itu menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp150 juta.
Kasi Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, mengatakan kebakaran dipicu oleh bara tungku penggorengan yang masih menyala dan merambat ke tumpukan minyak goreng bekas (jlantah). Kondisi ruangan yang dipenuhi tumpukan kayu serta tepung tapioka membuat api cepat membesar.
“Titik awal api berasal dari tungku penggorengan. Bara yang masih tersisa kemudian menyambar tumpukan minyak dan merembet ke bahan-bahan lain di sekitarnya,” kata Munaji.
Tim Damkar BPBD Kudus menerima laporan dari layanan darurat 112 pukul 03.30 WIB. Petugas segera menuju lokasi dan tiba pada pukul 03.37 WIB. Upaya pemadaman berlangsung hingga pukul 04.30 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
“Gudang dalam keadaan kosong. Aktivitas produksi terakhir dilakukan pukul 17.00 WIB sore sebelumnya,” jelas Munaji.
Gudang berukuran 12 x 7 meter itu diketahui milik pasangan suami istri, Bapak Asnawi dan Ibu Musniah, warga setempat. Api menghanguskan bangunan, bahan baku, serta kerupuk siap jual.
Dalam penanganan kebakaran ini, BPBD Kudus mengerahkan satu unit armada damkar dengan empat personel, dibantu satu unit damkar Satpol PP dengan enam personel. Selain itu, turut terlibat relawan BPBD, FRPB, Satpol PP Pemkab Kudus, Polsek Dawe, Koramil Dawe, Pemerintah Desa dan Kecamatan, serta warga sekitar.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim melanjutkan kegiatan pendataan, assessment, dokumentasi, serta pelaporan kepada pimpinan.
BPBD Kudus mengimbau masyarakat, terutama pelaku industri rumahan, agar memastikan area produksi dalam kondisi benar-benar aman sebelum ditinggalkan, termasuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala di area penggorengan.
“Ini penting untuk mencegah kejadian serupa. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegas Munaji.
Ali Bustomi













