blank
Kisah cinta Sumilah dan Samijo yang dipisahkan oleh beredarnya kabar bohong. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) –Untuk memeriahkan puncak Dies Natalis SMA Negeri 1 Bangsri yang ke-43, Teater Reges SMA Negeri 1 Bangsri menggelar pementasan drama teater. Pagelaran ini berlangsung pada Sabtu malam (22/11-2025) di Aula SMA Negeri 1 Bangsri dan berlangsung meriah dengan antusiasme penonton.

blank
Abah Bawono, pembina teater Reges dan guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Bangsri. Foto: Hadepe

Pada momen spesial tersebut, juga dilakukan peluncuran buku ketiga Abah Bawono, “Kisah Cinta Layla dan Qais”. Buku tersebut kemudian dibagikan sebagai doorprize kepada beberapa penonton beruntung, sehingga menambah keseruan acara.

blank
Sumilah, ayah dan ibunya yang tampil memukau. Foto: Hadepe

Pada pagelaran kali ini, Teater Reges membawakan pertunjukan berjudul “Ballada Sumilah”, sebuah karya yang berasal dari kumpulan puisi W.S. Rendra, “Ballada Orang-orang Tercinta”. Naskah dramatisasi tersebut disutradarai oleh Abah Bawono Hardiyanto, S.Pd., selaku guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Bangsri sekaligus pembina Teater Reges.

blank
Tim Teater Reges yang berhasil memjukau ratusan penonton saat jusung Balada Sumilah-Samijo. Foto: Hadepe

Pementasan ini membawakan kisah tentang perjalanan cinta  Sumilah dan Samijo yang harus kandas akibat kabar bohong yang dipenuhi dendam. Dinda yang berperan sebagai Sumilah dan Rifqi sebagai Samijo berhasil menciptakan suasana yang menghidupkan tragedi cinta tersebut melalui aksi panggung keduanya.

blank
Abah Bawono menyerahkan buku karyanya sebagai hadiah kepada Deus, salah satu penonton yang beruntung. Foto: Hadepe

Tidak hanya drama teater, rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni lainnya. Mulai dari pertunjukan musik band, pembacaan puisi karya Abah Bawono “Indonesiaku Menangis” dan “Katamu” oleh Pungki dan Sekar, siswi kelas XII. Juga ada pembacaan dua puisi istimewa oleh Didit Endro, sastrawan senior Jepara.

blank
Didit Endro, sastrawan senior Jepara yang bawakan dua buah puisinya. Foto: Hadepe

Tak hanya warga sekolah, masyarakat umum pun turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas penampilan Teater Reges. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama, Teater Reges menunjukkan dedikasi mereka dalam dunia seni. Pementasan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi siswa untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap dunia seni, salah satunya melalui teater.

blank
Sekar saat membacakan puisi Katamu karya Abah Bawono yang berisi kritik. Foto: Hadepe
blank
Tarian pembuka mampu antarkan penonton menikmati Balada Sumilah-Samijo. Foto: Hadepe

Sedangkan pemegang peran dalam pagelaran teater Reges SMAN 1 Bangsri yang berhasil memukau pengunjung terdiri dari : Samijo ( Rifki ), Sumilah ( Dinda Bapak ( Kenzo ),  Ibu ( Citra ),   Jendral Clok ( Filip ), Nenek Hasan Ali ( Rani ),  Tentara Belanda ( Abi ), Yu Tukiran, Mbok bakul, Yu Bejo, Yu trinil ( Mutiara, Fia, Cika, Flora ),   Penari ( Vannesa, Zahra, Grece, Nana ),  Pengkhianat ( Faris ), Nembang ( Fitri ), Prolog ( Arum ),   Back sound ( Jojo & Faris )

blank
Pungki saat membacakan puisi Indonesia Menangis. Foto: Hadepe

Hadepe – Yosephine Chezka Carlisa Klas X. E 3