JEPARA (SUARABARU.ID) – Untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah dikabarkan akan menggelontorkan dana sekitar Rp. 20 triliun untuk pengembangan peternakan di Indonesia. Menanggapi kabar ini, Wakil Ketua DPRD Jepara, Junarso berharap agar program yang sedang dikaji di pusat ini nantinya tidak justru mematikan para peternak kecil yang saat ini telah menjadi pemasok daging ayam dan telur untuk MBG dan telah memberikan kontribusi bagi terbangunnya ketahanan pangan nasional
Hal tersebut diungkapkan oleh Junarso, Kamis malam (13/11-2025) menanggapi kabar akan digelontorkannya dana sebesar Rp. 20 T dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mengembangkan peternakan ayam di Indonesia.
“Jika dengan dana sebesar itu pelaksanaannya semuanya dilakukan oleh Badan Pangan atau BUMN Pangan, maka di kawatirkan akan mematikan usaha rakyat yang selama ini telah memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan kita, termasuk dalam mendukung program MBG” ujar Junarso.
Menurut Junarso, pemerintah sebaiknya fokus pada menegakkan aturan yang ada dengan jelas dan tegas serta membantu peternak dengan program-program yang berpihak ke peternak agar harga daging ayam dan telur tidak dimainkan oleh para broker,” tuturnya.
Ia justru mengusulkan, untuk mendukung dan mengembangkan program perunggasan agar dapat terus memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, pemerintah fokus pada pengendalian harga impor bibit ayam sesuai kebutuhan serta memberikan jaminan kestabilan dan ketersediaan bahan baku pokok pakan ternak yaitu jagung.
“Jika harga bibit ayam dan ketersediaan jagung terjaga dengan harga yang stabil dan layak, tentu harga daging ayam dan telur berada posisi harga yang wajar,” ungkap Junarso.
Jadi badan usaha pemerintah sebaiknya tidak perlu masuk dalam budidaya ayam, tetapi serahkan ke rakyat dan kemudian lindungi dengan kebijakan yang berpihak ke rakyat dan aturan yang tegas, tambah Junarso.
Hadepe













