blank
Diskusi bersama tim Operasi PLN IP UBP Semarang, bersama Direktur Pembangkitan PLN (Persero) di Ruang Control Room PLTGU Tambak Lorok 3. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Direktur Manajemen Pembangkitan (DirMKit) PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menunjukkan komitmen nyata dalam memimpin transformasi energi nasional, dengan melaksanakan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok.

Unit pembangkit strategis ini dikelola oleh PLN Indonesia Power (PLN IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang dan berlokasi di kawasan vital Tanjung Mas, Kota Semarang.

Kunjungan ini berfokus pada penguatan sinergi operasional dan keberlanjutan pasokan listrik, khususnya menyoroti peran sentral PLTGU Blok 3. Proyek flagship ini menjadi simbol langkah PLN dalam transisi menuju energi yang lebih bersih dengan kapasitas sebesar 779 MW dan keunggulan efisiensi operasional mencapai 61%.

blank
Direktur Manajemen Pembangkitan (DirMKit) PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo saat memberikan sambutan. Foto: Humas

Rizal Marimbo dalam kunjungannya didampingi EVP Operasi Pembangkitan dan IPP PT PLN Persero, Daniel Eliawardana, serta Senior Manager PT PLN IP UBP Semarang, Flavianus Erwin Putranto.

Dalam tinjauannya, Rizal menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian PLTGU Blok 3 yang diklaim memiliki efisiensi tertinggi di kelasnya. “Ini bukan sekadar angka kapasitas. PLTGU Blok 3 adalah manifestasi nyata komitmen green energy PLN. Dengan efisiensi yang luar biasa ini, kita mampu menekan konsumsi gas per Megawatt, dan dampaknya sangat terasa pada lingkungan,” tegas Rizal, belum lama ini.

Ia memaparkan, bahwa beroperasinya unit ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mitigasi perubahan iklim, yakni dengan kemampuan mengurangi emisi karbon dioksida (CO²) hingga 671.951 ton per tahun. Angka ini menempatkan PLTGU Tambak Lorok sebagai pemain kunci dalam peta jalan dekarbonisasi sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Di sela-sela peninjauan fasilitas, DirMKit Rizal Marimbo secara khusus menyapa rekan-rekan operator pembangkitan yang tengah bertugas. Kunjungan ini tujuannya untuk memberikan semangat dan motivasi langsung, mengakui peran krusial mereka dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

“Para operator adalah garda terdepan PLN. Dedikasi Anda dalam memastikan turbin berputar 24 jam sehari, 7 hari seminggu, adalah tulang punggung pasokan listrik kita. Kami berharap semangat ini terus dijaga, mengingat tuntutan keandalan sistem semakin tinggi,” imbuhnya saat berbincang dengan para teknisi.

Usai meninjau langsung gas turbine dan steam turbine di PLTGU Blok 3, Rizal bersama rombongan melanjutkan agenda dengan membuka acara Focus Group Discussion (FGD).
Acara FGD kali ini mengusung tema penting: “Fail Safe and Protection System In Power Plant”. Tema ini dipilih untuk memperdalam pengetahuan dan berbagi pengalaman terkait sistem keamanan dan perlindungan aset-aset pembangkitan yang sangat vital.

Dalam sambutan pembukaan, Rizal menggarisbawahi pentingnya inovasi dan kolaborasi teknis. “Pelaksanaan FGD yang menghadirkan banyak praktisi terbaik di bidang pembangkitan ini adalah forum strategis. Sistem proteksi yang andal adalah kunci untuk mencegah kegagalan besar (failure) yang bisa berdampak luas,” tuturnya.

“Kami berharap, hasil diskusi ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga melahirkan rekomendasi implementatif yang akan menjamin sustainabilitas dan keamanan aset perusahaan dalam jangka panjang,” pungkasnya, menandai dimulainya diskusi teknis yang intensif.

Ning S