blank
Bupati Kudus Sam'ani Intakotis saat melakukan kunjungan di Kementerian Koperasi. Foto; ist

JAKARTA (SUARABARU.ID)
— Pemerintah Kabupaten Kudus terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Langkah strategis ini ditegaskan oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, saat melaksanakan koordinasi Program KDMP di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, dan Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, beserta jajaran.

Dari Kabupaten Kudus, turut hadir Ketua DPRD Kudus, H Masan, Jajaran  Anggota DPRD Kudus, Asisten Sekda, serta Kepala OPD terkait, yang bersama-sama membahas arah kebijakan dan kolaborasi pengembangan koperasi desa ke depan.

Dalam pernyataannya, Bupati Sam’ani menyampaikan bahwa dari 132 desa/kelurahan di 9 kecamatan, seluruh KDMP telah berbadan hukum. Beberapa koperasi, seperti di Kecamatan Jati, Dawe, dan Mejobo, sudah mulai beroperasi aktif. Sam’ani menegaskan, keberadaan KDMP di Kudus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan wadah ekonomi produktif yang dikelola masyarakat secara mandiri.

“Kami mendorong seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kudus untuk menjadi anggota Kopdes Merah Putih. Ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk partisipasi aktif dalam memperkuat ekonomi desa,” ujar Bupati Sam’ani.

Pihaknya menambahkan, Pemkab Kudus tengah mengoptimalkan berbagai langkah strategis, seperti kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), KDMP, dan MBG (keterangan MBG perlu dipastikan), serta pemanfaatan bangunan sekolah hasil regrouping yang tidak lagi digunakan untuk dijadikan sekretariat atau gudang koperasi.

Lebih lanjut, Bupati Sam’ani menegaskan bahwa Pemkab Kudus juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta. “Kami siap bersinergi dengan perusahaan besar seperti PT Djarum dan PT Pura yang telah memiliki koperasi karyawan. Dengan dukungan lintas sektor, kami optimistis pertumbuhan ekonomi Kudus akan semakin kuat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam arahannya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi inisiatif dan progres KDMP di Kabupaten Kudus. Menurutnya, koperasi kini tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga ekonomi kecil di pedesaan, tetapi sebagai motor penggerak utama perekonomian lokal.

“Dulu koperasi hanya dipandang dari sisi kelembagaan. Namun, sekarang, melalui KDMP, masyarakat desa menjadi subjek ekonomi yang aktif. Koperasi berperan memperpendek rantai pasok, menekan harga, dan menggerakkan perputaran ekonomi di tingkat desa,” jelas Ferry.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan kolaborasi lintas level pemerintahan.

“Kami menyiapkan koperasi yang sudah ada agar bisa berintegrasi dengan Kopdes. Ini bukan hanya tentang mendirikan koperasi baru, tetapi juga menguatkan yang telah berjalan. Tujuan utamanya menjaga swasembada pangan dan memutus rantai pasok agar masyarakat desa benar-benar merasakan manfaat ekonomi,” paparnya.

Melalui forum ini, terbangun kesepahaman bersama bahwa penguatan KDMP bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan kolektif menuju kemandirian ekonomi berbasis desa.

Ali Bustomi