WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menyatakan prihatin terhadap tingginya jumlah kasus bunuh diri di Kabupaten Wonogiri. Rata-rata per bulan terjadi 3 kali kasus bunuh diri, atau dalam setahun bisa mencapai lebih dari 30 kejadian.
Berkaitan itu, kepada para tokoh agama diminta peran aktifnya dalam ikut menekan kasus bunuh diri di Kabupaten Wonogiri. Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, semalam, menyatakan, harapan Kapolres tersebut disampaikan Kamis (6/11/25), saat melakukan silaturahmi dengan Pengurus Forum Kerukanan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonogiri.
Para tokoh FKUB itu, datang dari pemuka Agama Islam (NU, Muhamadiyah, LDII, MTA), pemuka agama Kristen dan Katolik, Buddha serta Hindu. Kepada mereka, Kapolres mengajak untuk bersinergi dalam kebersamaan, guna bersama-sama aparat kepolisian, berupaya menekan angka kematian yang tak wajar tersebut.
Yakni dengan memberikan pencerahan dan penguatan mental spiritual kepada warga masyarakat. Yang ini, dapat diberikan oleh para tokoh agama kepada masing-masing umatnya, bersamaan ketika memberikan bimbingan keagamaan.
Ikut hadir mendampingi Kapolres dalam acara silaturahmi bersama para Pengurus FKUB tersebut, Kabagops Kompol Agus Samsyudin, Kasat Reskrim Iptu Agung Sadewo, Kasat IPP Iptu Sutarto, Kasat Narkoba AKP Slamet Mulyatno dan Kasi Humas setempat AKP Anom Prabowo.
Menurut Kapolres, secara umum situasi Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Wonogiri berjalan kondusif. Ini semua, tambah Kapolres, berkat adanya dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB.
Gandeng Tangan
“Tapi jujur, saya prihatin mengapa kasus bunuh diri di daerah ini (Wonogiri) tergolong tinggi,” ujar Kapolres. Jumlahnya rata-rata tiga kasus setiap bulannya, atau sekitar 30 kasus lebih dalam setiap tahunnya. Kata Kapolres, jumlah ini menurut data yang dilaporkan, mungkin ada yang tidak dilaporkan, sehingga jumlahnya diprediksikan bisa masih berlebih.
Pucuk pimpinan kepolisian Wonogiri yang lahir Tahun 1984 ini berkata: ”Mari kita bergandeng tangan, agar kasus bunuh diri dapat ditekan dan syukur-syukur dapat dihilangkan sama sekali di Kabupaten Wonogiri.” Sebab, agama apa pun pasti melarang tindakan bunuh diri, karena itu merupakan perbuatan dosa.
Hal yang memprihatinkan lagi, tambah Kapolres, korban bunuh diri usianya masih produktif, yakni berumur 30-40 tahun. Pemicu bunuh diri, karena korban putus asa oleh derita sakit menahun yang tak kunjung sembuh, karena alasan ekonomi atau oleh sebab lain.
Berkaitan ini, Kapolres minta kepada para tokoh agama utamanya yang tergabung dalam FKUB, untuk dapat menyampaikan penyadaran kepada warga masyarakat, agar tidak melakukan bunuh diri. Penyampaiannya, dapat dikemas ke dalam materi setiap menyampaikan khutbah kepada umatnya masing-masing.
Di bagian lain, Kapolres menyampaikan komitmen bahwa bersama Bupati Wonogiri dan jajaran Forkopimda, untuk senantiasa menjaga kondusivitas daerah. Juga mengupayakan agar sektor ekonomi berkembang, dengan menjamin kemudahan para pengusaha yang menanamkan investasi di Kabupaten Wonogiri.
Kata Kapolres, investasi tidak harus berupa pabrik besar, tapi sektor usaha kecil-kecilan pun tidak apa-apa. Yang penting bisa mendongkrak perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan serta memakmurkan warga masyarakat. Hal ini penting, untuk mengantisipasi agar masyarakat tidak putus asa dan berpikir sempit untuk bunuh diri.(Bambang Pur)













