WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Di Kabupaten Wonogiri, selama 10 bulan terakhir ini, terhitung sejak Bulan Januari sampai dengan Bulan Oktober 2025, telah terjadi sebanyak 62 kali bencana alam yang berkaitan erat dengan hidrometeorologi.
Bencana hidrometeorologi erat kaitannya dengan pengaruh musim, termasuk dampak dari adanya musim penghujan. Ini terjadi, akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem, yang disebabkan oleh kondisi atmosfer dan siklus hidrologi seperti curah hujan, suhu, angin dan kelembapan udara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, Rabu (5/11/25), menyatakan, dari 62 kali bencana tersebut ada sebanyak 256 kasus terdampak. Bencana tersebut, meliputi tanah ambles, tanah retak, longsor, angin kencang, banjir, erosi, pohon tumbang dan tersambar petir. Satu kasus tersambar petir terjadi di Dusun Bendosari, Desa Jatirejo, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.
Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, menghadapi musim penghujan saat ini, telah digelar apel lintas sektoral ini digelar di halaman Mapolres, diikuti oleh jajaran kepolisian, TNI, Satpol-PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), para relawan siaga bencana, bersama aparat dari sejumlah instansi terkait.
Sebagai pimpinan apel, Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, menekankan ada lima hal penting untuk pegangan dalam kesiapsiagaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Kelima hal penting itu yang ditekankan Kapolres, terdiri atas: Pertama, perkuat kerja sama lintas instansi dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan. Kedua, dekati masyarakat secara humanis, ajak mereka aktif berperan dalam penanggulangan bencana. Ketiga, kenali kondisi medan agar penanganan di lapangan berjalan aman dan efektif.
Koordinasi
Keempat, pedomani SOP (Standard Operating Procedure) agar setiap langkah terarah dan tidak menimbulkan korban tambahan. Kelima, cepat berkoordinasi dan laporkan setiap kejadian bencana, agar langkah penyelamatan bisa dilakukan segera.
Apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi Tahun 2025 ini, digelar sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi bencana alam di musim hujan. Ikut hadir dalam apel tersebut, Wakil Bupati Imron Rizkyarno, Dadim Letkol Inf Edi Ristriyono bersama jajaran Forkopimda dan Kepala BPBD Fuad Wahyu Pratama.
Dalam amanatnya, Kapolres, menegaskan, penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD, Polri, atau TNI. Ini tanggung jawab kita bersama. ”Kuncinya ada pada sinergi, kesiapsiagaan, dan koordinasi,” tegas Kapolres.
Kapolres menekankan pentingnya pendekatan preventif kepada masyarakat. Juga perlu melakukan edukasi kepada masyarakat, agar lebih siap dan paham saat terjadi bencana, sehingga dapat melakukan langkah antisipasi. Kapolres menyempaikan apresiasi kepada para relawan dan petugas lapangan, yang telah bekerja tanpa pamrih.
“Terima kasih kepada seluruh relawan, petugas BPBD, TNI, Polri dan masyarakat, yang selalu siap turun tangan ketika bencana terjadi. Semangat kalian adalah kekuatan utama Wonogiri dalam menghadapi segala tantangan alam,” tandas Kapolres.
Apel yang dilakukan, menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat. Dengan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi yang solid, Kabupaten Wonogiri siap menghadapi musim penghujan dengan langkah tangguh dan kompak. “Dengan semangat gotong royong, kita siap tangguh menghadapi bencana,” tandas Kapolres.(Bambang Pur)













