blank

SEMARANG (SUARABARU.ID)-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Sarif Abdillah, kembali menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

Politisi PKB asal Wonosobo menjadi pembicara utama dalam acara bergengsi “Training Legislatif UNISSULA 2025” yang diselenggarakan di Gedung BPKAD Provinsi Jawa Tengah.

Mengusung tema inspiratif, “Menciptakan Legislator Muda yang Handal, Demokratis, Solutif, dan Aspiratif,” Sarif Abdillah, hadir sebagai figur senior yang kaya pengalaman untuk mentransfer ilmu dan motivasi kepada para mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA).

Dalam paparannya yang dinamis dan mudah dicerna, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menekankan bahwa masa depan legislasi dan kebijakan publik ada di tangan para pemuda.

Menurutnya, menjadi legislator bukan hanya soal membuat undang-undang, tetapi tentang keberanian mengambil keputusan yang solutif di tengah kerumitan masalah rakyat.

“Ini tentang memiliki hati yang aspiratif dan memastikan setiap suara masyarakat, terutama suara santri dan kaum marginal, benar-benar terwakili,” ujar H. Sarif Abdillah dengan penuh semangat.

Kehadiran Wakil Rakyat berlatar belakang santri itu di tengah-tengah ratusan mahasiswa UNISSULA ini mempertegas citranya sebagai politisi senior yang merangkul kaum muda.

Pro-Pemuda dan Aspiratif

blank
Generasi muda harus bisa jadi legislator yang handal, demokratis, solutif dan aspiratif. Foto : SB/Muharno Zarka

Sarif Abdillah, dikenal luas memiliki basis dukungan kuat di kalangan Nahdliyin dan aktif mendorong inisiatif yang memberdayakan masyarakat, termasuk dorongan untuk kewirausahaan pemuda dan perlindungan nilai-nilai keagamaan.

Baru-baru ini, beliau juga mendapat sorotan positif karena dedikasinya memfungsikan rumah dinasnya sebagai pusat aspirasi dan kegiatan santri serta masyarakat.

Keterlibatan aktif Sarif Abdillah dalam agenda Training Legislatif UNISSULA 2025 bukan sekadar tugas, melainkan perwujudan nyata dari visinya: “Politik adalah alat untuk mengabdi, bukan sekadar meraih kursi.”

Jejak konsistensi partisipasi Sarif dalam acara ini menjadi bukti konsistensi Sarif Abdillah dalam melakukan kaderisasi politik sejak dini dan investasi pada masa depan legislatif yang lebih baik.

Melalui acara ini, Sarif Abdillah, berhasil memposisikan diri sebagai pemimpin yang relevan, peduli, dan visioner, yang tidak hanya bekerja di parlemen tetapi juga turun langsung ke akar rumput pendidikan untuk membentuk calon pemimpin bangsa.

Kesempatan ini dimanfaatkan secara maksimal untuk menyampaikan pesan-pesan politik yang inklusif dan progresif, sehingga semakin menguatkan popularitas dan elektabilitas beliau di mata pemilih muda, akademisi dan masyarakat umum Jawa Tengah.

Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama dan janji Sarif Abdillah, untuk terus membuka pintu aspirasi bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat Jawa Tengah.

Muharno Zarka