blank
Pertamina memberikan bantuan tabung LPG Bright Gas ke dapur umum BPBD Kota Semarang, Kamis 30 Oktober 2025. Foto : Hp

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Hampir dua pekan banjir melanda Kota Semarang akibat hujan lebat, Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat mengantisipasi dan memitigasi bencana yang lebih parah terjadi.

Beberapa upaya yang dilakukan selain menyiapkan tim penanggulangan banjir, juga menyiapkan tempat evakuasi bagi korban terdampak dan mendirikan dapur umum yang diinisiasi BPBD Kota Semarang.

“Pertamina membantu masyarakat dalam bentuk bantuan bright gas untuk dapur umum yang dikelola BPBD Kota Semarang,” kata Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng dan DIY, Taufik Kurniawan, Kamis 30 Oktober 2025.

Dengan adanya bantuan dari Pertamina tersebut nantinya ketika ada kebutuhan LPG untuk dapur umum warga saat ini disentralisir ke BPBD Kota Semarang.

“Kami membantu dapur umum yang didirikan oleh BPBD Kota Semarang. Mudah-mudahan ini bisa membantu meredakan situasi di masyarakat yang terkena rob atau banjir,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Taufik memberikan update terkait dengan kondisi supply BBM dan LPG di wilayah sebagian pesisir Demak dan Kota Semarang yang terkena banjir rob saat ini kondisi pasokannya dalam kondisi aman.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Terdapat 6 SPBU yang siap melayani konsumen di wilayah yang terkena banjir sepanjang jalur Trans Semarang – Demak. kondisi suplai atau stok di SPBU tersebut dalam kondisi aman,” katanya.

Tak hanya itu saja, dirinya juga memberikan kepastian bahwa dari pengecekan kualitas BBM secara berkala yang dilakukan Pertamina di SPBU setiap pagi, siang, dan malam dalam kondisi aman tidak terdapat kandungan kontaminasi air.

Sementara itu, untuk ketersediaan pasokan tabung LPG supplynya aman tidak terjadi kelangkaan dan warga masyarakat dapat memperoleh LPG di pangkalan LPG terdekat.

Selain itu, pihak Pertamina juga menambah supply BBM untuk ruas jalur yang mengalami kepadatan dikarenakan peningkatan permintaan akibat adanya jalan alternatif yang saat ini dilalui oleh banyak kendaraan.

“Untuk jalur dari Semarang – Mranggen kemudian sampai dengan nanti naik ke utara itu kita pastikan stok BBM dalam kondisi aman dan kita tambah supplynya hingga 10% sampai dengan 15%, tapi karena jarak antar SPBU itu relatif dekat sehingga tidak ada gangguan stok yang signifikan,” pungkasnya.

Hery Priyono