WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri, menggelar halaqoh kebangsaan. Kegiatan ini, dilaksanakan masih dalam rangkaian agenda memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Ke-10 Tahun 2025.
Halaqoh kebangsaan, adalah sebuah diskusi atau forum yang fokus pada tema-tema kebangsaan. Yakni seperti nasionalisme, peran agama dalam negara dan persatuan bangsa. Istilah halaqoh, berasal dari kata Arab yang berarti lingkaran. Ini merujuk pada tradisi diskusi, dimana pesertanya duduk melingkar.
Halaqoh kebangsaan dalam rangka memperingati HSN Tahun 2025, digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Acara ini dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Wakil Bupati (Wabup) Imron Rizkyarno beserta Jajaran Forkopimda. Juga hadir Sekda bersama para Asisten Sekda, Kabag Kesra Rujito, Kepala Kantor Kemenag Wonogiri Drs H Hariyadi MSi beserta jajaran. Ikut hadir pula para pimpinan Baznas serta para Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) se Kabupaten Wonogiri.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Wonogiri, Hariyadi, menjelaskan, kegiatan halaqoh menjadi bagian dari rangkaian peringatan HSN di tingkat Kabupaten Wonogiri Tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, ditekankan tentang pentingnya meneladani semangat perjuangan para santri di masa lalu, Hari Santri adalah momentum untuk memperkuat kembali spirit jihad.
“Dulu jihad adalah melawan penjajah, maka saat ini berubah menjadi jihad spiritual melawan kemalasan, kebodohan, dan hal-hal yang menjauhkan kita dari karakter santri sejati,” tandas Haryadi. Nilai-nilai kesantrian, tambah Haryadi, sangat relevan dengan visi misi Kabupaten Wonogiri, yaitu “Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.” Disebutkan, karakter santri dan kultur pesantren, dapat menjadi pendorong kuat dalam mendukung pembangunan daerah.
Penguatan
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi pesantren dan santri dalam penguatan moral dan pendidikan. Juga peranannya dalam kehidupan sosial masyarakat. Pemerintah Kabupaten Wonogiri, akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan pengembangan karakter generasi muda.
Acara halaqoh, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten Drs KH Syamsuddin Asyrofi MM didampingi moderator Kasi Pakis Kemenag Kabupaten Wonogiri H Mursidi SAg MSi dari Kemenag Wonogiri.
Kyai Syamsuddin, dalam acara halaqoh kebangsaan tersebut, mengupas pentingnya moderasi beragama. Juga peran santri dalam menjaga kerukunan, serta tantangan spiritual yang harus dihadapi di era modern.
Mursidi, menyatakan, kegiatan halaqoh ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Tahun 2025 di Wonogiri. Sebelumnya, telah dilaksanakan serangkaian kegiatan CKG (Cek Kesehatan Gratis), Roan Santri (kerja bakti di pondok pesantren), ngaji Bandongan dengan kajian Kitab Adabul ‘Alim wa al-Muta’allim karya KH Hasyim Asy’ari, Khataman Al Qur’an. Juga menggelar Doa Bersama, Mujahadah serta Apel Hari Santri yang dipusatkan di Purwantoro.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri akan ditutup dengan menggelar Gebyar Lomba Santri pada Sabtu lusa Tanggal 1 November 2025. Mursidi berharap, semangat kesantrian terus menguat dan menjadi inspirasi bagi generasi muda, untuk berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.(Bambang Pur)













