blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Dandim 0709 dan Kapolres menyambut kehadiran KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbang TNI AD) di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren,Rabu 29/10.(Foto:SB/Kominfo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID)– Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen, Rabu (29/10) 2025.

Kunjungan KSAD kali ini berfokus meninjau kegiatan Latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat) Terintegrasi Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) TA 2025.

KSAD Jenderal Maruli tiba di Markas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbang TNI AD) di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, sekitar Pukul 09.00 WIB. Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut langsung kehadiran KSAD di lokasi.

Setelah tiba, Jenderal Maruli menerima paparan detail mengenai Latbakjatrat Terintegrasi yang melibatkan sejumlah Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista) pertahanan udara.

Latbakjatrat Pussenarhanud 2025 ini menguji tembak beberapa jenis senjata berat dengan spesifikasi canggih. Termasuk rudal dari Prancis dan Inggris serta meriam dari Rusia dan Swedia.

blank
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berbicara dengan Bupati Kebumen Lilis Nuryani di kawasan Dislitbang TNI AD Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Rabu 29/10.(Foto:SB/Kominfo),

Alutsista yang dikerahkan meliputi meriam legendaris seperti Meriam 57 MM S60 buatan Rusia tahun 1950 dan Meriam 40 MM L70 buatan Swedia tahun 1962.

Meriam 57 MM S60 memiliki kemampuan jarak tembak datar hingga 12 km dengan kecepatan 70 butir/menit, sementara Meriam 40 MM L70 unggul dengan kecepatan tembak tinggi mencapai 240 butir/menit.

Selain itu, ada Meriam 23 MM Zur Hybrid buatan Polandia tahun 2006, yang sangat efektif untuk sasaran udara hingga ketinggian 1.500 meter.

Di sektor rudal, TNI AD menguji dua sistem rudal pertahanan udara jarak pendek yang sangat cepat. Pertama, Rudal Mistral (Atlas) buatan Prancis tahun 1990, yang memiliki mobilitas tinggi, dilengkapi thermal sight, dan mampu melesat hingga kecepatan 2.500 km/jam dengan jarak efektif 6,2 km.

Kedua, Rudal Starstreak, rudal buatan Inggris tahun 1997 yang jauh lebih superior, mampu mencapai kecepatan hingga 3.700 km/jam dan memiliki kemampuan melacak serta mengikuti sasaran secara otomatis pada ketinggian 5 km dengan jarak tembak efektif 7 km.

Selain meninjau latihan militer, di lokasi yang sama juga digelar Bakti Sosial (Baksos). Kegiatan ini meliputi pembagian 100 paket sembako untuk masyarakat serta aksi donor darah yang didukung oleh PMI.

Usai menerima paparan, Bupati Lilis Nuryani melanjutkan kegiatannya dengan menghadiri Pengajian Akbar di Masjid Roudlotul Jannah, Desa Tlogodepok, Kecamatan Mirit.

Komper Wardopo