SEMARANG (SUARABARU.ID) – Wali Kota Semarang melakukan rotasi jabatan untuk tingkat pimpinan eselon II di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setda Kota Semarang, Kamis 23 Oktober 2025.
Dalam rotasi pengisian jabatan tinggi pratama tersebut, sebanyak delapan nama pejabat eselon II menempati kursi kepala dinas yang sebelumnya kosong. Adapun daftar nama pejabat eselon II yang menempati posisi baru adalah:
Bambang Pramusinto – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Eko Krisnarto – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Heru Sukandar – Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kota Semarang.
Kemudian Indriyasari – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Kusnandir – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Sih Rianung – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Soenarto – Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang.
Sementara itu Wing Wiyarso yang semula menjabat Kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan kini menjabat Asisten Administrasi Umum Setda Kota Semarang. Yudi Wibowo – Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Kota Semarang.
“Ini upaya Pemkot Semarang mempercepat proses rotasi dan pengisian jabatan tinggi pratama serta sejumlah posisi strategis lain dengan menerapkan sistem manajemen talenta,” kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Dirinya menjelaskan, sistem tersebut dirancang untuk memastikan birokrasi tetap berjalan optimal di tengah adanya kekosongan jabatan akibat rotasi dan masa pensiun pejabat.
Lebih jauh wali kota mengungkapkan, pelantikan sembilan pejabat eselon II tersebut merupakan tahap awal dari rangkaian proses pengisian jabatan yang akan terus berlanjut.
Kepada para pejabat yang baru dilantik tersebut, wali kota menekankan agar para pejabat harus berpegang pada tiga prinsip utama dalam bekerja, yaitu inovasi, integritas, dan pelayanan publik.
“Kita menuju Kota Perdagangan dan Jasa, jadi tidak semua urusan bisa diselesaikan secara administratif atau lewat APBD. Para pejabat harus inovatif, menjaga integritas, dan memprioritaskan pelayanan masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu saja, wali kota juga mengingatkan kepada para pejabat dan ASN di lingkungan Pemkot Semarang tentang pentingnya tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas.
“Pelayanan adalah hal paling penting. Jangan sampai karena kendala kecil, masyarakat jadi terabaikan. Semua harus bekerja dengan hati,” katanya.
Terpisah, Kepala BKPP Kota Semarang, Joko Hartono, mengatakan, sistem inovasi manajemen talenta Pemkot Semarang diberi nama Manajemen Talenta berbasis Aktivitas dan Intervensi Inteligensia (Mata Si Intel).
Sistem ini sendiri telah diakui dan mendapat izin dari BKN RI untuk digunakan dalam pengisian jabatan di semua level, mulai dari pejabat tinggi pratama hingga pengawas.
“Jadi pengisian semua jabatan ini dilakukan berbasis kompetensi dan rekam jejak kinerja masing – masing ASN. Kami juga melibatkan akademisi serta pakar SDM agar proses seleksi berjalan objektif dan transparan,” katanya.
Sebagai tambahan, selain sejumlah OPD yang mendapatkan pucuk pimpinan baru dari pelantikan tersebut, di Pemkot Semarang juga masih ada sekira 8 OPD yang masih kosong untuk posisi pejabat pimpinan tingkat eselon II.
“Yang masih kosong seperti di Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Dinas Sosial (Dinsos), dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim),” pungkasnya.
Hery Priyono













