GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Petugas KAI Daop 4 Semarang bergerak cepat menanggulangi banjir yang melanda jalur kereta api antara Gubug dan Tegowanu, Grobogan, pada Selasa malam (21/10/2025) hingga Rabu dini hari (22/10/2025).
Kesigapan tim KAI Daop 4 Semarang tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan seluruh penumpang.
Luapan air di kilometer 27 jalur Gubug–Tegowanu menyebabkan beberapa rangkaian kereta harus berhenti sementara. Air yang hampir mencapai permukaan rel memaksa petugas segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
BACA JUGA : Sambut Sumpah Pemuda, PLN UIK Tanjung Jati B Berdayakan Perempuan Desa Somosari Lewat Pelatihan Batik Shibori
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyebut laporan banjir pertama diterima pada Selasa malam. Setelah laporan masuk, tim lapangan langsung diterjunkan untuk mengecek kondisi rel dan menilai tingkat risiko terhadap perjalanan kereta api.
Begitu menerima informasi tersebut, KAI Daop 4 Semarang langsung membatasi kecepatan kereta yang melintas. Petugas juga memasang tanda peringatan dan melakukan pengalihan jalur sementara untuk memastikan perjalanan tetap aman.
Selain itu, tim prasarana memperkuat oprit jembatan yang sempat terendam agar tidak mengalami kerusakan struktural. Pemeriksaan intensif dilakukan setiap jam untuk memantau perubahan ketinggian air di sekitar lokasi.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas kami. Karena itu, setiap langkah mitigasi kami lakukan secara terukur dan cepat,” ungkap Franoto menjelaskan.
Akibat banjir tersebut, sepuluh perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan waktu bervariasi. Durasi keterlambatan berkisar antara 15 menit hingga beberapa jam tergantung kondisi lintasan masing-masing.
Beberapa kereta yang terdampak antara lain KA Harina, Jayabaya, Blorajaya, Kertajaya, Pandalungan, Sembrani, Argo Bromo Anggrek, Parcel Utara, dan satu kereta logistik Kalingga Cargo.
Dari semua yang terkena dampak, KA Blora Jaya tercatat paling lama tertahan dengan keterlambatan mencapai enam jam. Untuk menjaga kenyamanan pelanggan, sebagian penumpang dialihkan ke KA Kertajaya agar tetap bisa melanjutkan perjalanan.
“Langkah pengalihan itu kami lakukan agar penumpang tetap bisa sampai di tujuan dengan aman dan tidak menunggu terlalu lama,” jelas Franoto.
Upaya cepat ini menjadi bukti kesigapan KAI Daop 4 Semarang dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. Petugas lapangan bekerja sepanjang malam untuk memastikan jalur bisa segera digunakan kembali.
KAI juga menurunkan tim teknis tambahan untuk memperkuat rel dan membersihkan sisa lumpur di sekitar area yang tergenang. Setelah air mulai surut, jalur diperiksa ulang untuk memastikan tidak ada kerusakan pada bantalan rel maupun sistem persinyalan.
“Kami terus berkoordinasi dengan tim prasarana agar setiap rel yang terdampak bisa segera kembali berfungsi normal,” tambah Franoto.
Meski gangguan bersifat sementara, KAI Daop 4 Semarang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak keterlambatan perjalanan. Pihaknya menjamin seluruh jadwal kini telah kembali normal.
Hingga Rabu (22/10/2025), pukul 05.00 WIB, jalur Gubug–Tegowanu sudah dapat dilalui kembali. Namun, KAI masih membatasi kecepatan kereta yang melintas guna memastikan kestabilan jalur pasca-luapan air.
Langkah kehati-hatian ini menjadi bagian dari prosedur keselamatan yang selalu diterapkan setiap kali terjadi gangguan cuaca ekstrem di wilayah operasional KAI Daop 4 Semarang.
BACA JUGA : Santri dan Demokrasi: Menjaga Akal Sehat Politik Bangsa
Wilayah Gubug, Grobogan, memang dikenal rawan genangan air saat curah hujan tinggi. Kondisi geografis yang datar membuat air mudah meluap dan menggenangi rel.
KAI Daop 4 Semarang terus memantau kondisi cuaca di wilayah kerja mereka. Sistem peringatan dini diterapkan agar petugas bisa segera merespons setiap potensi banjir di jalur kereta api.
Dengan langkah cepat dan terkoordinasi, perjalanan kereta api di jalur Gubug–Tegowanu kini sudah kembali normal dan aman. Masyarakat diimbau tetap tenang karena seluruh layanan operasional KAI berjalan sebagaimana mestinya.
TYA WIDYA













