blank
Beni Sukawanto saat memberikan keterangan persnya di Media Centre PON Beladiri 2025. Foto: dok/ist

KUDUS (SUARABARU.ID)– Tiga atlet Kempo terbaik di ajang PON Beladiri 2025, yang digelar di GOR Kaliputu, Djarum Arena, di Kabupaten Kudus, akan menjadi prioritas utama untuk diundang dalam seleksi tim Nasional Indonesia, menuju Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo 2027, di Nagoya, Jepang.

Hal itu seperti yang disampaikan Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi), Beni Sukawanto, di Media Centre PON Beladiri 2025, Minggu (19/10/2025).

Dia menyebut, tiga besar atlet terbaik dari tiap nomor pertandingan itu, akan mendapatkan panggilan untuk mengikuti seleksi Nasional (Pelatnas). Nantinya mereka yang lolos akan memperkuat tim inti Indonesia, dalam ajang internasional.

BACA JUGA: Aklamasi, Tri Handoko Ketua DPD Partai Golkar Sragen Periode 2025 – 2030

”Ranking tiga besar di Kudus ini, akan dipanggil untuk mengikuti seleksi tim Nasional. Kemudian nanti akan mengerucut lagi di Pelatnas, tergantung komitmen dan kesiapan sang atlet,” katanya.

Pihaknya juga membuka peluang bagi provinsi yang ingin mengirimkan atlet tambahan, sebagai bagian dari tim Indonesia B atau Indonesia 2, seperti yang pernah dilakukan pada kejuaraan internasional 2023 lalu.

”Biasanya Indonesia mengirim dua tim. Yang kedua ini, biasanya kita serahkan ke provinsi masing-masing yang berminat. Tahun 2023 lalu, tim Indonesia 2 juga berhasil meraih medali,” jelasnya.

BACA JUGA: Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Ladang Pisang Kudus, Diduga Dibuang Ibunya

Ditegaskan pula, PB Perkemi akan memusatkan pelatihan Nasional di Pusdik Kempo Pondok Gede. Sedangkan rencana TC selama enam bulan, sebelum keberangkatannya ke Jepang pada 2027 mendatang.

”Biasanya TC berjalan di masing-masing daerah. Lalu tiga bulan sebelum pelaksanaan, dilakukan desentralisasi di Pondok Gede,” tandasnya.

Beni juga menambahkan, dalam ajang PON Beladiri 2025 ini, juga menjadi tolok ukur peningkatan kualitas atlet dari berbagai daerah. Dia menilai, antusiasme peserta tahun ini meningkat tajam dibandingkan event sebelumnya, di Indonesia Martial Arts Games, yang digelar di Bekasi.

BACA JUGA: Pendidikan Politik DPC PPP Jepara di  Dapil 5 :  Kader Harus Seperti “Tawon” 

”Kelihatannya antusiasmenya sudah sangat bagus, bila dibandingkan dengan yang pertama. Bahkan 25 provinsi ikut berpartisipasi. Mereka sendiri sudah menganggap, ini kelasnya sama dengan PON multi-event, yang biasa kita lakukan,” ujarnya lagi.

Dari pengamatan PB Perkemi, persaingan medali di cabang Kempo berlangsung ketat dan merata. Tiga provinsi, NTT, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur, disebutnya masih menjadi tiga daerah terkuat dan berpeluang besar mendominasi perolehan emas.

”Biasanya yang stabil itu NTT, kemudian Jawa Barat, Kalimantan Timur. Tuan rumah mungkin baru mulai tumbuh lagi. Lama Jawa Tengah ini tidak masuk di lima besar, tapi saya lihat tadi, beberapa atlet ada yang bagus juga,” ungkap Beni.

BACA JUGA: Bupati Kudus Canangkan Gerakan ASN Belanja di Pasar Tradisional

Selain menyoroti performa atlet, Beni juga mengapresiasi aspek sportivitas dan profesionalitas wasit di PON Beladiri 2025 kali ini. Dia menilai, sistim perwasitan kali ini berjalan sangat adil dan transparan.

”Spirit atletnya luar biasa, sportivitas tinggi, dan perwasitan sangat fair. Tidak ada yang memihak, dan itu membuat kami senang,” tukas dia.

Riyan