blank
Direktur RSUD R.A. Kartini Jepara, dr Tri Iriantiwi saat serahkan cinderamata kepada Tri Hartono Rianto, SE, M.Bus, Ak, Direktur Keuangan dan BMN Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah Harapan Kita Foto: Kanal Budiarto

JEPARA (SUARABARU.ID)  – RSUD R.A. Kartini Jepara menjadi salah satu rumah sakit yang berkesempatan melaksanakan kegiatan Proctorship Kardiovaskular Intervensi Non Bedah, program resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan pada 17–18 Oktober 2025 di RSUD R.A. Kartini Jepara.

Program Proctorship  merupakan bagian dari upaya Kemenkes RI untuk memperkuat layanan kardiovaskular di daerah melalui kolaborasi antara Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta selaku pengampu nasional layanan jantung, dan RSUP Dr. Kariadi Semarang sebagai pengampu regional layanan jantung wilayah Jawa Tengah.

blank
Direktur RSUD R.A. Kartini Jepara, dr Tri Iriantiwi dan Tri Hartono Rianto, SE, M.Bus, Ak, Direktur Keuangan dan BMN Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah Harapan Kita bersama tim medis RSUD RA Kartini. Foto: Kanal Budiarto

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan transfer teknologi tenaga medis RSUD R.A. Kartini Jepara dalam menangani kasus penyakit jantung dan pembuluh darah dengan metode intervensi non bedah. Dengan demikian, masyarakat Jepara dapat memperoleh pelayanan jantung yang lebih cepat, aman, dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

blank
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Jepara yang diwakili oleh Samiadji, S.Sos, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Umum dan Politik

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Jepara yang diwakili oleh Samiadji, S.Sos, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Umum dan Politik. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap langkah RSUD R.A. Kartini Jepara yang terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

“Pemerintah Kabupaten Jepara mendukung penuh pengembangan layanan unggulan ini. Semoga kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan, RS Jantung Harapan Kita, dan RSUP Dr. Kariadi dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat Jepara,” ujar Samiadji.

blank
Pelayanan Proctorship Kardiovaskular Intervensi Non Bedah di RSUD RA Kartini. Foto: Kanal Budiarto

Sementara itu, Direktur RSUD R.A. Kartini Jepara, dr Tri Iriantiwi, menyampaikan bahwa kegiatan Proctorship menjadi langkah strategis menuju kemandirian rumah sakit dalam melakukan tindakan intervensi jantung non bedah.

“Kami berharap dengan adanya pendampingan dari tim ahli nasional dan regional, RSUD R.A. Kartini dapat segera menjadi pusat layanan jantung rujukan di wilayah Jepara dan sekitarnya,” ungkap Tri Iriantiwi.

blank
RSUD R.A. Kartini Jepara menjadi salah satu rumah sakit yang berkesempatan melaksanakan kegiatan Proctorship Kardiovaskular Intervensi Non Bedah, program resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Foto Kanal Budiarto

Turut hadir pula Tri Hartono Rianto, SE, M.Bus, Ak, CA, CPMA, ASEAN CPA, QHIA, Direktur Keuangan dan BMN Rumah Sakit Jantung Pembuluh  Darah Harapan Kita yang menegaskan dukungan manajerial serta penguatan sistem keuangan dan sarana prasarana dalam menunjang layanan kardiovaskular terpadu.

Melalui program Proctorship Kardiovaskular Intervensi Non Bedah ini, RSUD R.A. Kartini Jepara terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta mendukung visi Kementerian Kesehatan RI dalam memperluas akses layanan jantung yang merata di seluruh Indonesia.

Hadepe – Kanal Budiarto