GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Layanan kereta api di Kabupaten Grobogan menarik perhatian wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, tercatat 944 wisatawan asing (WNA) menggunakan kereta api untuk bepergian dari dan menuju wilayah Grobogan selama periode Januari hingga September 2025.
Peningkatan ini menandakan tumbuhnya minat turis asing terhadap moda transportasi publik di jalur tengah Pulau Jawa.
BACA JUGA : TNI-Polri Kerja Bakti Membantu Bersihkan Puing-puing Pasar Kobong
Dari sembilan stasiun yang dikelola Daop 4 Semarang di Kabupaten Grobogan, yakni Ngrombo, Kradenan, Gundih, Karangjati, Sedadi, Gubug, Kedungjati, Gambringan, dan Jambon, seluruhnya mencatat kunjungan wisatawan mancanegara.
Stasiun Ngrombo menjadi tujuan paling favorit dengan total 691 penumpang WNA, disusul Kradenan sebanyak 112 orang dan Gundih dengan 64 orang. Sementara stasiun lainnya juga menunjukkan tren kunjungan stabil sepanjang tahun.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kereta api menjadi sarana favorit turis asing karena memberikan kenyamanan, ketepatan waktu, serta pengalaman perjalanan yang berbeda.
Menurutnya, perjalanan dengan KA memungkinkan wisatawan menjelajahi keindahan wilayah Jawa Tengah dengan cara yang efisien dan menyenangkan.
“Kereta api memberi ruang bagi wisatawan asing untuk mengenal lebih dekat keindahan daerah di lintas tengah Pulau Jawa,” ujarnya.
Franoto menilai, peningkatan jumlah penumpang asing tersebut memperkuat posisi kereta api sebagai pendorong utama sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Akses transportasi yang mudah serta konektivitas antarkota yang baik mendorong wisatawan untuk menjelajahi berbagai destinasi di Jawa Tengah menggunakan layanan KAI.
Selain menjadi moda transportasi, KAI juga berupaya mendukung pengembangan pariwisata lokal. Daop 4 Semarang secara rutin melakukan perawatan jalur, pengecekan prasarana, dan peningkatan fasilitas penumpang demi menjaga kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
“KAI terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan, agar perjalanan wisatawan, terutama dari luar negeri, dapat berlangsung aman dan menyenangkan,” tambah Franoto.
Lebih jauh, Franoto menuturkan bahwa keberadaan jalur kereta di Grobogan tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi modern, tetapi juga menyimpan nilai historis penting. Wilayah ini dikenal sebagai bagian dari sejarah awal perkeretaapian Indonesia.
Salah satu buktinya adalah Stasiun Tanggung, yang tercatat sebagai salah satu stasiun tertua di Indonesia.
Jalur Tanggung–Semarang dibuka pada tahun 1867, menjadi jalur kereta api pertama di Nusantara, sekaligus menandai awal pembangunan jaringan rel di Indonesia.
“Grobogan tidak hanya dikenal karena potensi wisatanya, tetapi juga karena perannya dalam sejarah perkeretaapian nasional,” katanya.
KAI optimistis, tren positif kunjungan wisatawan asing akan terus meningkat. Kolaborasi antara KAI, pemerintah daerah, dan pelaku pariwisata dinilai penting untuk memperkuat citra Grobogan sebagai daerah yang ramah dan mudah dijangkau dengan kereta api.
Franoto berharap, semakin banyak wisatawan mancanegara yang menjadikan perjalanan dengan KA sebagai bagian dari pengalaman mereka menjelajahi Indonesia.
“Kami percaya sinergi yang terbangun akan berdampak baik bagi pariwisata dan perekonomian lokal,” tutupnya.
Hingga akhir tahun, KAI Daop 4 Semarang masih menargetkan peningkatan jumlah pengguna WNA melalui berbagai program promosi dan peningkatan layanan.
BACA JUGA : Kota Magelang Raih Juara 1 Mandaya Award 2025.
Pihak KAI Daop 4 Semarang juga membuka peluang kerja sama dengan sektor wisata agar perjalanan para turis asing semakin mudah dan berkesan.
Dengan tren yang terus meningkat, Grobogan berpotensi menjadi salah satu titik penting dalam peta wisata berbasis transportasi kereta api di Jawa Tengah.
Dukungan fasilitas dan pelayanan yang semakin baik menjadi kunci tumbuhnya minat wisatawan asing di wilayah ini.
TYA WIDYA













