GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Semangat memerangi penyalahgunaan narkoba terus digaungkan. Gerakan “War On Drugs For Humanity” menggema di lapangan SMK Negeri 2 Purwodadi, Senin (6/10/2025).
Ribuan pelajar, aparat penegak hukum, dan pemangku kebijakan bersatu dalam satu komitmen: menciptakan sekolah bersih dari narkoba.
Acara tersebut merupakan bagian dari program nasional pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan.
BACA JUGA : Wamenkum Tekankan Pentingnya Partisipasi Bermakna dalam Pembentukan Undang-Undang
Kegiatan digagas oleh IPWL Pesantren Rehabilitasi Sosial Napza Al Ma’laa Grobogan dan diikuti sekitar 1.200 peserta.
Turut hadir jajaran pejabat penting, di antaranya Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Agus Rohmat, Kepala BNN Kabupaten Kendal Anna Setyawati, perwakilan Polres Grobogan, Kodim 0717, Kejaksaan Negeri, Kesbangpol, Lapas, dan Dinas Pendidikan Wilayah IV Jateng.
Acara ditandai dengan pembacaan ikrar Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) dan mendengarkan amanat langsung Brigjen Pol Agus Rahmat.
Dalam amanatnya, Brigjen Pol Agus Rohmat mengungkapkan fakta mencengangkan: berdasarkan survei nasional, sekitar 3,3 juta orang atau 1,74 persen penduduk Indonesia telah terpapar narkoba.
Di Jawa Tengah saja, terdapat sekitar 195 ribu pengguna. Pelajar dan mahasiswa menjadi sasaran empuk peredaran gelap.
Ia menegaskan bahwa narkoba bukan hanya ancaman bagi individu, tetapi juga bagi masa depan bangsa.
“Bahaya narkoba merusak saraf dan menghancurkan masa depan generasi muda. Karena itu, kita semua punya kewajiban untuk memeranginya bersama,” tegasnya.
Brigjen Agus juga membagikan sejumlah langkah pencegahan yang bisa dilakukan pelajar.
Mulai dari meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, menolak ajakan mencoba narkoba, memperluas pergaulan positif, aktif dalam kegiatan bermanfaat, mempererat komunikasi dengan keluarga, guru, dan tokoh agama.
Selain itu mereka juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh bujukan pengedar.
Tak hanya itu, sekolah juga memiliki peran vital. Menurutnya, sekolah harus aktif melakukan sosialisasi, membentuk Satgas Pelajar, mengadakan tes urin secara berkala, dan mencetak agen perubahan di lingkungan pendidikan.
“Sekolah adalah benteng pertama melindungi generasi muda,” tambahnya.
Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto yang hadir dalam apel tersebut mengatakan bahwa kolaborasi antara kepolisian, BNN, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bersih dari narkoba.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para pelajar untuk mengikrarkan diri sebagai generasi penerus bangsa yang bebas narkoba.
Para siswa dengan penuh semangat membacakan ikrar Sekolah Bersinar dan menyatakan kesiapannya menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Purwodadi, Jaenur, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan aparat penegak hukum.
“Kami ingin sekolah ini benar-benar menjadi lingkungan yang sehat, tempat tumbuhnya generasi berprestasi, bukan generasi yang hancur oleh narkoba,” ujarnya.
BACA JUGA : Mendidik Cinta Kebersihan dengan Perda
Upaya seperti ini diharapkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Grobogan dan sekitarnya.
Pencegahan sejak dini menjadi langkah strategis untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Gerakan War On Drugs for Humanity bukan sekadar slogan. Ini adalah panggilan nyata untuk bertindak bersama menjaga masa depan bangsa.
TYA WIDYA













