blank
Kota Kudus sendiri akan menjadi kota pertunjukan ke-4 Para Petgarung setelah Surabaya (19/7), Bandung (23/8), dan Surakarta (26/9).. Foto Dok

KUDUS (SUARABARU.ID) – Pentas Keliling “Para Petarung” yang di bawakan oleh Teater Djarum akan dipentaskan juga di Kudus pada Sabtu, 18 Oktober 2025 di Auditorium UMK Kudus pukul 20.00 WIB. Kota Kudus sendiri akan menjadi kota pertunjukan ke-4 setelah Surabaya (19/7), Bandung (23/8), dan Surakarta (26/9).

Pertunjukan di Kudus yang bekerjasama dengan Teater Tigakoma UMK ini menceritakan tentang pergulatan orang-orang tak dikenal dalam memperjuangkan keyakinan dan kebenarannya. Sebuah naskah yang dibungkus dengan apik menjadi satu pertunjukan oleh Asa Jatmiko menjadi lakon “Para Petarung” yang dipentaskan oleh Teater Djarum pada pentas keliling tahun 2025.

Sutradara “Para Petarung” Asa Jatmiko mengungkapkan bahwa berbeda dengan karya sebelumnya, kali ini Teater Djarum mencoba menampilkan sebuah pertunjukan yang dibumbui dengan musikal dalam beberapa adegannya. Hal ini tentunya menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan baru.

blank
Para Petarung siap pentas di Kota Kretek. Foto: Dok

“Dengan proses produksi yang disiplin ini, para aktor mempunyai tanggung jawab mewujudkan pemikiran dan tindakan karakter yang diperankannya tidak hanya melalui dialog, namun juga secara musical dan ini tidak mudah bagi Teater Djarum, oleh karena itu mereka tengah berusaha memanfaatkan proses latihan-latihan seoptimal mungkin,” ungkap Asa.

Menurutnya Teater Djarum yang seluruh anggotanya merupakan karyawan PT Djarum ini, mereka memiliki beberapa program rutin tiap tahunnya, antara lain: pentas karya dan penyelenggaraan festival teater pelajar.

Beberapa lakon pentas keliling sebelumnya yaitu “Petuah Tampah”dan “Nara”. Keduanya mengangkat kearifan lokal dalam pertarungan budaya yang rumit. Lalu pada tahun 2024 Teater Djarum mementaskan “Liang Langit”, sebuah pertunjukan teater eksperimental yang mengangkat pergumulan batin seorang pekerja pembersih kaca gedung bertingkat.

blank
Para Petarung berhasil memukau penonton di Solo. Foto: Dok

Dari waktu ke waktu Teater Djarum terus belajar untuk menjadi media ekspresi sekaligus pemberdayaan dan pengembangan potensi kreatif setiap karyawan yang menjadi anggotanya.

Pentas “Para Petarung” sendiri menghadirkan para aktor, antara lain: Heru Nugroho, Wijayanto Franciosa, Anggi Putri Hartanti, Apriliyana Dewi, Dewy Evelyn Murti, Aeliza Mariyana, Aditya Debe Seputra, Abdul Soleh, Tania Kirana, dan Kasmin. Koor dan Koreo diisi oleh Lulu’atul Mufida, Nabila Khurul Aini, Uptalia, Putri Lestari, Deni Anggaresta Marlistian, Abdul Ghofar, Muh. Galuh Eka Pradana, dan Anang Ma’ruf.

blank
Para Petarung dalam pentas di Bandung. Foto: Dok

Dengan Kru di balik layar yaitu Penata Cahaya: Ahmad Huzaeni, Syarief Hidayat. Tim Artistik: Choirul Azis, Kemal Maesal Azam dan Rizki Ananda. Tim Make Up dan Wardrop oleh Sriyatun Lala, Umi Setiyani, Alvatika Oktafiyana dan Riska Meriani. Logistik: Rahmat Syaifudin, Purna Irawan dan Isromi, serta Tim Dokumentasi oleh Ricky Marthin Rumuat dan Vico Gazella Hutomo Putro.

Musik yang digarap oleh Komposer Lagu Ninin Widhiyanto, Komposer Musik dan Ilustrasi oleh Giwang Topo bersama Madha Soentoro dan Denny Dumbo, dengan Tim Asisten Sutradara: Andreas Teguh, Masrien Lintang dan Bambang Susanto, dan Stage Manager: Arvian Yofi Pratama serta Pimpinan Produksi: Teresa Rudiyanto.

“Pertunjukan yang dapat ditonton secara gratis ini  diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi Teater Djarum dengan masyarakat teater Kudus dan sekitarnya. Silaturahmi, pertemuan dan dialog hangat diharapkan juga menjadi menu utama dalam kerangka besar jagat teater Indonesia yang semakin menarik, inpsiratif dan bertumbuh,” pungkas Asa Jatmiko.

Hadepe – Septiana Wibowo