blank
Permaianan tradisional bakiak, salah satu yang menarik perhatian siswa. Foto: Tim media

JEPARA (SUARABARU.ID) – Agar siswa tak tercerabut dari akar budaya nenek moyangnya, maka SMPN 2 Kalinyamat memberikan perhatian terhadap pelestariana budaya baik seni tradisi maupun permainan tradisional. “Semua kami lakukan agar siswa mengenal, mencintai  dan bersedia melestaraikan budaya bangsanya,” ujar Kepala SMPN 2 Kalinyamat, Agus Nurcahyo, S.Pd , M.Pd. kepada SUARABARU.ID, Kamis 2 Oktober 2025.

Menurut Agus Nurcahyo, dalam permainan tradisional juga ada nilai-nilai karakter yang dapat dipelajari siswa mulai pengembanagan kemampuan motorik, kecerdasan sosial, dan emosional anak. “Disamping itu melalui permainan tradisional juga dapat menanmkan nilai budaya seperti   kerjasama,  tanggungjawab,  taat aturan serta membantu melatih pengelolaan emosi dan membangun karakter positif lainnya,” ujar Agus.  Juga melatih strategi, memperkuat nilai  moral dan memperkuat ikatan sosial, serta memperkuat identitas  nasional,  tambahnya

blank
Siswaa yang memenangkan lomba menerima hadiah. Foto: Tim Media

Dalam  rangka pelepestarian permainan tradisional menurut Agus Nurcahyo, dalam rangka  Peringatan Hari Olahraga Nasional tahun 2025, maka dihadirkan sejumlah permainan tradisional. Disamping senam bersama, yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, staf, serta tenaga kependidikan siswa juga mengikuti lomba-lomba permainan tradisional.

Ada tiga jenis permainan dipertandingkan, yaitu Egrang, Gobak Sodor, dan Bakiak, yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing kelas. Lomba Egrang menjadi tantangan seru bagi para peserta yang dituntut untuk menjaga keseimbangan sambil bergerak cepat menuju garis finish. Teriakan semangat dan tawa riuh terdengar dari siswa-siswi yang mendukung teman sekelasnya.

blank
Gobak Sodor menjadi salah satu lomba yang menarik perhatian. Foto: Tim media

Sementara itu, Gobak Sodor menjadi ajang strategi dan kekompakan tim. Para siswa berlarian menghindari penjaga garis, berusaha masuk dan keluar dari area permainan dengan kecepatan dan kecerdikan. Permainan ini membuktikan bahwa olahraga tidak selalu harus modern; nilai sportivitas dan kegembiraan tetap dapat diraih melalui warisan permainan masa lalu.

Tak kalah menarik, Bakiak menghadirkan tantangan koordinasi tim. Setiap kelompok yang terdiri dari beberapa orang harus melangkah bersamaan menggunakan bakiak kayu panjang. Permainan ini menjadi hiburan tersendiri karena seringkali peserta jatuh atau keluar ritme, namun tetap disambut dengan gelak tawa dan semangat juang tinggi.

blank
Siswa antusias ikuti lomba egrang. Foto: Tim Media SMPN 2 Kalinyamat

Agus Nurcahyo, S.Pd., M.Pd., juga mengungkapkan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup siswa sejak dini. Ia juga menekankan pentingnya melestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya yang sarat nilai edukatif.

“Hari Olahraga Nasional bukan hanya momen untuk bergerak secara fisik, tetapi juga kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai penting seperti kerja sama, kejujuran, dan sportivitas. Melalui permainan tradisional seperti ini, siswa belajar tanpa harus merasa terbebani. Mereka bersenang-senang, tetapi juga menyerap nilai-nilai luhur bangsa kita,” ujarnya

Di akhir acara, panitia memberikan penghargaan dan hadiah simbolis kepada para pemenang dari setiap lomba. Meskipun sederhana, penghargaan tersebut diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus mencintai olahraga dan permainan tradisional. Peringatan Hari Olahraga Nasional 2025 di SMP Negeri 2 Kalinyamatan bukan hanya menjadi ajang perayaan, namun juga menjadi media pembelajaran karakter, pelestarian budaya, dan penguatan kebersamaan antarwarga sekolah.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa olahraga dan budaya bisa bersatu untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter. Dengan semangat Haornas, SMP Negeri 2 Kalinyamatan terus berkomitmen untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara jasmani, serta memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa.

Tim SMPN 2 Kalinyamatan