SEMARANG (SUARABARU.ID) – Upaya memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus diperkuat di berbagai lini, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Hal ini menjadi bagian dari implementasi 100 hari kerja Kepala BNN RI untuk memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Hari ini, BNNP Jawa Tengah menggelar audiensi dan koordinasi dengan enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Eks-Karesidenan Pati. Kegiatan ini tidak hanya membahas implementasi Program Kerja Sama (PKS), tetapi juga menandai komitmen bersama dalam mewujudkan Lapas-Rutan Bersih dari Narkoba (Bersinar) sebagai salah satu benteng utama melawan peredaran narkotika di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Resto dan Café Joglo Pak Mancung Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang diikuti dari Lapas Kelas IIB Pati, Rutan Kelas IIB Blora, Rutan Kelas IIB Rembang, Rutan Kelas IIB Jepara, Rutan Kelas IIB Kudus, dan Rutan Kelas IIB Demak, Selasa (30/9/2025).
Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat menegaskan komitmen Bersinar di lingkungan Lapas dan Rutan harus menjadi prioritas strategis. Menurutnya, jika Lapas dan Rutan berhasil dibersihkan dari praktik penyalahgunaan narkoba, maka Indonesia akan selangkah lebih maju dalam memenangkan perang melawan narkotika.
“Lapas dan Rutan harus kita jaga untuk mencegah episentrum peredaran narkotika disana. Melalui kerja sama ini, kami bersama jajaran pemasyarakatan ingin memastikan bahwa Lapas dan Rutan benar-benar menjadi tempat pembinaan, bukan sarang kejahatan narkoba,” tegasnya.
Dalam audiensi juga membahas aspek rehabilitasi sebagai bagian dari strategi menyeluruh dalam penanganan narkoba. Ketua Tim Rehabilitasi BNNP Jawa Tengah, Sholikhun menuturkan, program berbasis Therapeutic Community (TC) di Lapas dan Rutan mampu memberikan harapan baru bagi warga binaan.
“Program rehabilitasi berbasis Therapeutic Community di Lapas dan Rutan memberikan ruang pemulihan yang sistematis. Warga binaan dibantu bukan hanya secara medis, tetapi juga dalam aspek psikososial, spiritual, dan keterampilan hidup. Ketika mereka bebas, mereka siap kembali ke masyarakat dengan kondisi sehat dan produktif,” jelasnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kerja sama strategis ini. “Kami di jajaran Rutan tentu tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan BNN adalah kebutuhan sekaligus kekuatan. Dengan adanya PKS dan deklarasi Bersinar ini, kami semakin optimis mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, sehat, dan benar-benar mendukung proses pembinaan warga binaan,” ujar Suprihadi.
Audiensi ini meneguhkan tekad bersama BNN Provinsi Jawa Tengah dan enam UPT Pemasyarakatan Eks-Karesidenan Pati untuk menjadikan Lapas dan Rutan sebagai zona integritas bebas narkoba.
Deklarasi Bersinar merupakan bagian dari strategi menyeluruh dalam war on drugs for humanity, menyelamatkan generasi bangsa, melindungi masyarakat, dan memperkuat peradaban yang sehat dari ancaman narkotika.
Ning S













