blank
Atap rumah warga Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, yang mengalami kerusakan pasca diterjang angin kencang. Foto: Tya WIdya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Angin kencang menerjang wilayah Kuwu, Kecamatan Kradenan, Grobogan, Senin (29/9/2025) sore.

Sejumlah rumah dan warung milik warga rusak parah akibat sapuan angin yang datang bersamaan dengan hujan deras.

Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 15.30 hingga 16.30 WIB. Dalam rentang waktu singkat, Desa Kuwu, Kalisari, dan Banjarsari porak poranda dihantam angin kencang yang berhembus mendadak.

BACA JUGA : BMKG Gencarkan Sekolah Lapang Iklim, Antisipasi Risiko Gagal Panen

Di kawasan wisata Bledug Kuwu, dua warung warga luluh lantak. Bagian atap seng beterbangan dan menimpa teras hingga menimbulkan kerugian besar.

Warung milik Ladi, warga Dusun Kembangan, Kuwu, mengalami kerusakan di bagian teras. Ia memperkirakan kerugian mencapai Rp3 juta setelah atap seng terlepas.

Sementara itu, warung Saryadi yang berada di Dusun Jagan, Desa Kuwu, juga tidak luput dari terjangan angin. Atap seng warungnya tercerabut hingga menimbulkan kerugian sekitar Rp2 juta.

Tidak hanya warung, rumah warga pun terdampak. Rumah Bambang Muchalim di Dusun Kembangan, Desa Kuwu, kehilangan genteng dapur yang beterbangan.

Di Desa Kalisari, rumah milik Dedi Marfianto rusak paling parah. Atap baja ringan di bagian utama roboh hingga mengakibatkan kerugian sekitar Rp15 juta.

Kerusakan serupa juga dialami rumah Marjuki di Desa Sambong. Atap baja ringan pada teras rusak parah dengan nilai kerugian sekitar Rp2 juta.

Sejumlah rumah lain di Desa Kalisari mengalami kerusakan ringan. Banyak genteng turun atau bergeser akibat kombinasi hujan deras dan angin kencang.

Di Dusun Banjar Lor, Desa Banjarsari, rumah milik Marminah ikut terdampak. Atap baja ringan yang melindungi teras rontok, menimbulkan kerugian sekitar Rp3 juta.

Laporan warga menyebutkan, total kerugian akibat angin kencang di Kecamatan Kradenan, Grobogan, ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, membenarkan adanya bencana angin kencang tersebut. Ia menyebut peristiwa ini mengakibatkan kerusakan di sejumlah desa.

“Rumah dan warung warga di Kuwu, Kalisari, serta Banjarsari memang rusak. Syukurlah tidak ada korban jiwa,” kata AKP Edy Sutarjo.

Ia menegaskan, polisi bersama perangkat desa langsung turun membantu warga. Petugas membersihkan puing bangunan sekaligus mendata jumlah kerusakan.

Warga terlihat bergotong royong menyingkirkan genteng pecah dan potongan atap seng yang berserakan di halaman rumah mereka.

Banyak pemilik rumah mengaku kaget dengan kekuatan angin yang datang tiba-tiba. Mereka tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena fokus menyelamatkan diri.

Pemerintah desa diminta segera melaporkan kondisi warga terdampak agar bisa ditindaklanjuti melalui bantuan kebencanaan.

BACA JUGA : Memperingati Hari Pariwisata se Dunia,  Penggemar Sepeda Kota Magelang Kenalkan ‘Kampung Wisata Tiara’

Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem dengan angin kencang masih mungkin terjadi di wilayah Grobogan.

“Musim pancaroba masih berlangsung, jadi warga harus tetap waspada,” ujar AKP Edy menambahkan.

Peristiwa di Kuwu ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama saat angin kencang dan hujan deras datang secara tiba-tiba.

TYA WIDYA