WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Api misterius, membakar rumah menara pengawas terminal bus. Lokasinya di terminal induk lama di Klampisan, Wonogiri, Jawa Tengah. Dikatakan api misterius, karena tidak diketahui dari mana asalnya. Sebab rumah menara pengawas itu, sudah lama tidak dipakai, dibiarkan terlantar dan tidak pernah didatangi orang.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, semalam, menyatakan, kebakaran ini terjadi Minggu petang (28/9/25) Pukul 17.15. Begitu mendapatkan kontak permohonan pemadaman, langsung mengirimkan Tim Fire Fighter ke lokasi.
Tim dipimpin oleh Komandan Regu (Danru)-3 Setyo Pamungkas. Proses pemadaman berlangsung sekitar 15 menit. Semprotan air dari unit mobil brandweer, langsung diarahkan ke bagian atas atau ke lantai dua. Yakni fokus ke titik kobaran api di lantai dua, yang membakar bagian atas menara pengawas tersebut.
Posisi menara pengawas yang terbakar, berada di bagian dalam terminal lama. Yakni pada posisi tidak jauh dari pintu gerbang kedatangan bus, yang menyatu dengan hamparan pelataran terminal. Letaknya berjauhan dengan bangunan lain yang ada terminal. Jadi tidak khawatir kobaran apinya akan merembet meluas ke bangunan yang ada di dekatnya. Termasuk merembet ke arah gedung pertemuan yang berada di sisi utara terminal.
Terminal bus di Klampisan, Wonogiri, dulu dikenal sebagai terminal yang ramai dan hidup selama 24 jam secara nonstop. Tapi keramaian itu menghilang, sejak Terminal Klampisan tidak lagi dipakai. Yakni sejak terminal baru penggantinya di Krisak, Singodutan, Selogiri, difungsikan di era Bupati Danar Rahmanto (menjabat Bupati Wonogiri Tahun 2010-2015).
Terminal baru di Krisak, kewenangannya berada pada pemerintah pusat, yaitu Kementerian Perhubungan, karena masuk kategori sebagai terminal tipe-A. Sementara itu, bangunan terminal lama di Klampisan, yang kewenangannya pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, nasibnya dibiarkan merana, rusak pelan-pelan. Banyak pintu dan kusen kayu pada bangunan kios dijarah orang.
Bangunan kantor dan menara pengawas pun, juga dibiarkan terlantar, pelan-pelan rusak karena tidak ada perawatan. Kerusakannya menjadi parah, ketika Minggu petang (28/9/25), kemudian dimangsa amukan jago merah.(Bambang Pur)













