blank
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kebumen Joko Purnomo di sela penutupan Jambore Nasjonal 1 Jamaah Tani Muhammadiyah di Pendopo Kabumian, Minggu 21/9.(Foto:SB/Komper Wardopo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen H Joko Purnomo SM MM menegaskan, warga Muhammadiyah sangat mendukung program Pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan.

Pihaknya juga akan terus mendorong lahirnya petani-petani milenial di daerah. Yakni petani muda dengan semangat berinovasi, memiliki visi ke depan, memanfaatkan teknologi serta digitalisasi untuk memajukan sektor pertanian.

Joko Purnomo menyatakan hal tersebut saat ditemui Suarabaru.id di sela-sela penutupan Jambore Nasional 1 Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam), pada Minggu (21/9) di Pendopo Kabumian, Rumah Dinas Bupati Kebumen.

Penutupan Jambore Nasional 1 Jatam itu dihadiri Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof  Dr Muhadjir Effendy MAP  serta Bupati Kebumen Lilis Nuryani.

Pada Jambore Nasional 1 Jatam itu diikuti ribuan petani se Indonesia. Bahkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSI juga meluncurkan varietas baru Padi Mentari di belakang kampus Unimugo Gombong.

“Kami sangat optimistis Kebumen mempunya potensi besar untuk memajukan pertanian. Harapan kami ke depan semakin banyak petani milenial yang mau menjadi petani dengan spirit  modern, berinovasi ,memanfaatkan teknologi dan digitalisasi  sehingga petani menjadi profesi yang menggiurkan,”tandas Joko.

Sebagai warga Muhammadiyah dan pengurus PDM Kebumen, Joko merasa sangat terhormat Kebumen ditunjuk menjadi tuan rumah Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah yang pertama, beberapa hari lalu. Kegiatan itu sukses dilakukan di Pendopo Kabumian, Kampus Unimugo dan di areal pertanian Kebumen dan penginapan di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kebumen.

Siap Bersinergi  dan Kolaborasi

Menurut Joko kepercayaan dari PP Muhamamdiyah dan PWM JatengJateng kepada Kebumen bukan tanpa sebab. Mengingat  potensi pertanian Kebumen sejak dahulu sudah sangat dikenal sebagai lahan subur. Kebumen juga memiliki geografi lahan pertanian luas dan lengkap.

Joko Purnomo menyebutkan lahan pertanian subur dan irigasi teknis di tengah, kemudian lahan pertanian  urut sewu untuk agrobisnis sepanjang pantai selatan serta lahan  pertanian dataran tinggi Kebumen utara. Semua itu menjadi potensi besar bagi pertanian Kebumen.

Pria yang juga berlatar belakang pengusaha kayu itu pun bersyukur atas dukungan Pemerintah Daerah pada suksesnya Jambore Nasional  I Jatam. Utamanya dukungan Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang juga salah seorang kader Aisyiyah, dan suaminya, Mohammad Yahya Fuad, kader Muhammadiyah dan pengurus PWM Jateng.

Oleh karena itu Joko Purnomo sangat optimistis dengan Program Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan atau kedaulatan pangan di daerah. Bahkan warga Muhammadiyah siap mendukung secara maksimal demi suksesnya program tersebut.

Apalagi selama Jambore Nasional 1 Jatam di Kebumen banyak dilakukan diskusi, pertemuan hingga forum bisnis para petani Muhammadiyah dan pengusaha. Pihaknya berharap setelah Jambore akan ada tindak lanjut. Dengan dukungan stake holder serta Pemerintah, warga Muhammadiyah siap memajukan pertanian di daerah

“Muhammadiyah memiliki aset dan potensi di bidang pendidikan dan kesehatan. Kita juga peduli pertanian dengan penguatan petani. Kami siap bersinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi hingga Pusat,”ujar Joko Purnomo.

Komper Wardopo