KUDUS (SUARABARU.ID) – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menunjukkan daya tariknya di kancah internasional. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026, UMK menerima 14 mahasiswa asing dari total 1.072 pendaftar yang berasal dari berbagai negara.
Jumlah pendaftar internasional ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat global terhadap kualitas pendidikan di UMK, baik dari segi akademik, kurikulum, maupun jejaring internasional yang telah terbangun selama ini.
Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. menyampaikan, kehadiran mahasiswa asing merupakan bukti nyata dari internasionalisasi kampus. Hal ini juga menunjukkan komitmen UMK untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik.
“Kami menyambut dengan hangat mahasiswa asing yang memilih UMK sebagai tempat belajar. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat citra internasional UMK, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh civitas akademika untuk memperluas wawasan lintas budaya dan membangun kolaborasi global,” tutur Rektor, Selasa (23/09/2025).
“UMK berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi mahasiswa asing, sehingga mereka mendapatkan pengalaman akademik dan sosial yang berkesan selama menempuh studi di Kudus,” sambungnya.
Tingginya jumlah pendaftar sekaligus rendahnya tingkat kelolosan mencerminkan daya tarik UMK di mata dunia serta kualitas standar yang diterapkan. Seleksi tidak hanya mempertimbangkan aspek akademik, tetapi juga kemampuan bahasa, kesiapan adaptasi, serta komitmen dalam menjalani perkuliahan.
Oleh sebab itu, Rektor UMK menegaskan, proses seleksi ketat ini dilakukan untuk menjaga mutu pembelajaran dan pengalaman internasional di kampus. Dengan diterimanya 14 mahasiswa asing ini, UMK semakin menegaskan posisinya sebagai universitas yang tidak hanya berdaya saing nasional, tetapi juga terus memperkuat kiprah di ranah internasional.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa asing yang mendaftar di UMK. Namun, kami juga harus memastikan bahwa yang diterima benar-benar siap mengikuti perkuliahan sesuai standar akademik yang ditetapkan. Seleksi yang ketat ini bertujuan agar mahasiswa asing yang belajar di UMK dapat berprestasi, beradaptasi, serta memberi kontribusi positif bagi lingkungan kampus,” tegas Rektor UMK.
UMK berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa asing terpilih, mulai dari pendampingan akademik, pengenalan budaya, hingga penguatan jejaring internasional. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga wawasan lintas budaya yang akan menjadi bekal berharga di masa depan
“Lebih-lebih dengan telah terakreditasinya UMK UNGGUL, maka keunggulan ini harus bisa berdampak tidak saja dalam negeri, tetapi juga dampak layanan global,” pungkas Rektor.
Sementara, Kepala Linfokom UMK Yusuf Istanto mengatakan pada tahun ajaran 2025/2026 ini, satu mahasiswa atas nama Abdullahi dari Nigeria seharusnya masuk di semester gasal 2024/2025 tetapi karena visa keluar setelah enam bulan, baru bisa masuk di semester ini.
Sedangkan untuk mahasiswa 2025/2026 yang diterima ada 14 mahasiswa, tetapi yang hadir hanya 11 mahasiswa, 3 tidak hadir dengan keterangan 1 mahasiswa dari Timor leste mengundurkan diri karena diterima kuliah di Australia, sedangkan 2 mahasiswa dari Pakistan tidak mendapatkan visa.
Ali Bustomi













