SEMARANG (SUARABARU.ID) – Deputi Bidang Keluarga Sejahtera Dan Pemberdayaan Keluarga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Nopian Andisti menegaskan, pembangunan keluarga adalah pilar penting dalam pembangunan nasional.
“Tanpa keluarga yang kuat, sejahtera, dan berdaya tahan, sulit rasanya mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Karena itu, kebijakan keluarga tidak bisa dipandang sekadar sebagai isu domestik, tetapi merupakan strategi pembangunan bangsa,” kata Nopian Andisti ketika memberikan sambutan dalam acara Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pembinaan Pengasuhan 1.000 Hari Pertama dan Taman Asuh Sayang Anak di Hotel Harris Semarang, Sabtu (20/9/2025).
Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Perwakilan BKKBN Jateng dengan 10 perusahaan/BUMN di Jateng untuk didirikannya Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) di beberapa perusahanaan di Provinsi Jawa Tengah.
Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan dari 10 perusahaan dan Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Eka Sulistya Ediningsih, disaksikan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopian Andisti dan

Acara ini diikuti sekitar 150 peserta yakni pengasuh TPA di Wilayah Kota Semarang, pengelola program Pembangunan Keluarga tingkat Provinsi Jawa Tengah, pengelola program Pembangunan Keluarga dari Dinas OPD Dalduk KB di Kota Semarang, PKB/PLKB di Wilayah Kota Semarang, Bagian Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Wilayah Kota Semarang, ibu dari anak usia dini, dan mitra kerja terkait.
Nopian juga menyebut, saat ini Indonesia tengah menikmati bonus demografi sebagai hasil perjalanan panjang penurunan angka kelahiran dan kematian. “Bonus demografi ini tidak akan menjadi sebuah bonus apabila hanya setengah saja dari usia produktif yang berkontribusi dalam pembangunan, hal ini dapat kita lihat dari tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan sebesar 55,41% lebih rendah dibandingkan dengan TPAK laki-laki yang sebesar 84%,” ujar dia.
Sedangan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) merupakan salah satu Quick Win Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN sebagai upaya menjawab isu kerentanan keluarga dan pemanfaatan bonus demografi. “TAMASYA lahir untuk memastikan praktik pengasuhan anak yang positif tetap bisa dilakukan meskipun anak dititipkan di Tempat Penitipan Anak,” ujar Nopian.
Baca juga PLN IP UBP Semarang Bersama IZI Jateng Dukung Program Tamasya Wujudkan Indonesia Emas 2045
Dia berharap, kegiatan ini dapat melalahirkan beberapa hal penting, seperti meningkatnya koordinasi antarpemangku kepentingan mengenai kebijakan, strategi, dan praktik terbaik dalam pengasuhan anak usia dini, meningkatnya keterampilan praktis pengasuh, kader, dan tenaga pendamping dalam stimulasi perkembangan, deteksi dini, serta penanganan gangguan tumbuh kembang anak yang menjadi bagian penting dari layanan TAMASYA.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan pemanfaatan Kartu Kembang Anak (KKA) dan platform SiBima BKB EMAS sebagai instrumen pemantauan tumbuh kembang anak makin optimal. Kemudian terwujudnya koordinasi lintas sektor antara BKKBN, Dinas Kesehatan, Dinas PPPA, Puskesmas, kader TPK, PKB/PLKB, dan pengasuh TPA dalam penyelenggaraan layanan pengasuhan serta mekanisme rujukan tumbuh kembang anak di TAMASYA, dan layanan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui penguatan Program TAMASYA,” ujar Nopian.
Dia mengakui, perjalanan menuju keluarga Indonesia yang tangguh bukanlah hal yang mudah. “Namun dengan sinergi, komitmen, dan kerja sama, kita yakin tujuan tersebut bisa dicapai. Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan keluarga, menyiapkan anak usia dini yang berkualitas, dan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar dia.
Dukung Day Care
Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Perwakilan BKKBN Jateng dengan 10 perusahaan yaitu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap, Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, Pertamina Patra Niaga AFT Ahmad Yani, Pertamina Patra Niaga AFT Adi Sumarmo, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Semarang, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Mrica, PLN Nusantara Power unit Pembangkit Rembang, PLN Indonesia Power Unit Pembangkit Cilacap, dan PLN Indonesia Power SUb Unit PLTA Wonogiri.













