blank
Final Randusari FC Vs Tendoksari FC.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Sempat dihentikan karena diwarnai insiden kericuhan, turnamen sepak bola antar kampung (tarkam) di Desa Tahunan, Kecamatan, Tahunan, Kabupaten Jepara kini sudah mencapai babak final.

Seperti diketahui sebelumnya, turnamen yang mempertemukan delapan dukuh di wilayah Tahunan ini sempat diwarnai kericuhan saat Kauman FC (RW 03) melawan GTI/Perumnas (RW 07). Turnamen sempat dihentikan dan terancam ditiadakan hingga pada akhirnya terjadi kesepakatan dari beberapa tokoh masyarakat untuk menjaga kondisifitas desa.

Dari delapan dukuh tersebut meliputi Randusari FC, Bendansari FC, Kauman FC, Tendoksari FC, Gerjensari FC, Krajan FC, Wonosari FC, dan GTI/Perumnas FC.

Partai final yang akan digelar pada sore hari ini, Sabtu (20/9/2025) mempertemukan dua tim unggulan dari turnamen tersebut yakni Randusari FC (RW 01) vs Tendoksari FC (RW 06). Dua tim ini sebelumnya berada di satu grup pada babak penyisihan, namun takdir mempertemukan mereka kembali setelah masing-masing mengandaskan perlawanan dari Krajan FC dan Wonosari FC di babak semi final.

Dalam pertemuan di babak penyisihan grup, Randusari FC sempat membungkam Tendoksari FC dengan skor 3-1. Hal ini tentu menjadi motivasi bagi para pemain Tendoksari. Sedangkan Tim Randusari FC merupakan juara bertahan di edisi pertama turnamen.

“Turnamen sepak bola yang diberi nama “Ulil Albab Cup” diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Desa (Pemdes) Tahunan, PSSI, dan beberapa sponsor lokal yang mensuport kegiatan”, ujar Anas, Ketua Panitia kegiatan saat dihubungi suarabaru.id.

Menurut Anas, turnamen tarkam diselenggarakan untuk menjaring bibit-bibit pesepakbola potensial di Desa Tahunan. “Selain bertujuan mengibur masyarakat, turnamen ini juga ditujukan untuk mencari bibit potensial pemain bola di kelompok umur. Baik usia dini sampai usia 40-45”, bebernya.

Sebagai informasi, turnamen sepak bola tarkam U-40 banyak diselenggarakan di beberapa desa. Namun masih menurut Anas, turnamen yang digelar di lapangan Tahunan ini sebagai upaya untuk merawat lapangan yang sudah lama vakum dari kegiatan olahraga.

“Setelah turnamen ini digelar kami berharap Pemdes Tahunan lebih serius serta ikut menjaga lapangan desa hanya digunakan untuk kegiatan yang bersifat olahraga saja”, kata Anas.

“Meskipun dikemas layaknya tarkam, namun tujuan utama kita adalah menghibur masyarakat, setelah lapangan desa vakum kurang lebih 10 tahun”, tandasnya.

ua