blank
Kapolsek Selogiri AKP Setiyono tampil menjadi Pembina Upacara di MAN Wonogiri. Dalam kegiatan Police Goes to School ini, para siswa diminta waspada terhadap hoax.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para pelajar diingatkan untuk waspada terhadap informasi yang tidak benar atau hoax. “Jangan mudah percaya pada berita yang beredar di media sosial (Medsos). Saring sebelum sharing (membagikan),” tegas Kapolsek Selogiri AKP Setiyono.

Penegasan Kapolsek Selogiri AKP Setiyono tersebut, disampaikan Senin (15/9/25), saat menjadi Pembina Upacara di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonogiri. Itu dilakukan dalam program Police Goes to School. Kepada siswa, diingatkan untuk tidak terlibat dalam kegiatan anarkis yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Apa yang dimaksud hoax? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoax (hoaks) diartikan sebagai informasi bohong. Penyebaran berita hoax, dapat berdampak negatif, yang dapat memunculkan kerancuan informasi dan kehebohan publik.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, Polres Wonogiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, termasuk kepada kalangan pelajar. Itu dilakukan melalui pelaksanaan program Police Goes to School.

​Sebagaimana dilakukan Polsek Selogiri, itu merupakan bagian dari upaya sinergi antara institusi kepolisian dengan pihak sekolah. Tujuannya, untuk mendidik generasi muda agar menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Matri edukasi yang diberikan, antara lain menyangkut berbagai hal yang relevan dengan kehidupan pelajar saat ini.

Disiplin

​Kepada para siswa, ditekankan tentang pentingnya bersikap disiplin. ”Kedisiplinan menjadi kunci utama meraih kesuksesan. Bersikap disiplin, bukan hanya di sekolah, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tandas Kapolsek Selogiri  AKP Setiyono.

​Selain itu, juga ditekankan mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap informasi yang tidak benar atau hoax. “Jangan mudah percaya pada berita yang beredar di media sosial. Saring sebelum sharing,” pesannya. Kepada para siswa diajak untuk tidak terlibat dalam kegiatan anarkis yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

​Materi lain yang disampaikan, meliputi pentingnya Petugas Keamanan Sekolah (PKS) untuk mengantisipasi gangguan dari luar. Juga sosialisasi tentang bahaya kekerasan dalam berbagai bentuk, mulai dari perundungan, kekerasan pisik, psikis, hingga diskriminasi.

​Tidak ketinggalan, para siswa juga diberikan pembinaan dan penyuluhan tentang etika berlalu lintas, serta materi tentang etika berbangsa dan bernegara.

​”Dengan kegiatan ini, kami berharap para pelajar MAN Wonogiri bisa menjadi duta-duta Kamtibmas di lingkungannya masing-masing,” tambah AKP Setiyono. ​Dalam kegiatan Police Goes to School tersebut, juga ditanamkan nilai-nilai positif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).(Bambang Pur)