Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono melalui Penerangan Kodim (Pendim) Pelda Indra, mengabarkan, FFD digelar di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Puhpelem. Kegiatan ini dipimpin Kabid Penyuluhan dan SDM Dinas Pertanian Wonogiri, Muhamad Sidik Purwanto, dengan melibatkan Babinsa dan prajurit TNI AD dari Koramil-24 Puhpelem Kodim 0728 Wonogiri serta Bhabinkamtibmas dan personel dari Polsek Puhpelem Polres Wonogiri.
FFD adalah pertemuan atau acara edukasi di lahan pertanian yang diselenggarakan untuk mempertemukan petani, penyuluh dan peneliti. Tujuannya, untuk berbagi informasi tentang praktik pertanian terbaru, teknologi dan metode yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta memberikan umpan balik mengenai masalah yang dihadapi petani di lapangan.
Kemudian Jajar legowo adalah sistem penanaman padi dengan pola berselang-seling, antara barisan tanaman dan barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam di barisan kosong, dipindahkan ke barisan pinggir. Tujuannya, untuk meningkatkan jumlah tanaman, efisiensi perawatan dan pemupukan, serta menekan serangan hama dan penyakit.
Penemu model tanam Jajar Legowo (Jarwo) adalah Ir Sadeli, seorang peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat. Sistem tanam ini, diperkenalkan sebagai solusi untuk meningkatkan produksi padi, dengan cara menanam beberapa baris tanaman yang diselingi dengan satu baris kosong, atau sering disebut sistem tanam berselang. Nama Legowo berasal dari bahasa Jawa yang berarti luas dan dowo yang berarti memanjang.
Banyak manfaatnya dalam penerapan sistem tanam Jarwo. Yakni bisa menambah populasi tanaman, mempermudah dalam pemeliharaan, mengurangi kemungkinan serangan hama tikus, serta akan menghemat dalam pemupukan.
Apabila sistem Jarwo dilaksanakan, dipastikan akan terjadi peningkatan hasil produksi. Harapannya, ketika produksi panen padi meningkat, akan memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan petani.(Bambang Pur)













