blank
Warga binaan Lapas Semarang tengah mengikuti ANBK Paket B (setara SMP). Foto: Dok/Lapas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lapas Kelas I Semarang memfasilitasi dua warga binaan (narapidana) berinisial YD dan PS untuk mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Paket B (setara SMP).

Kegiatan ANBK sendiri dilaksanakan rutin setiap hari Jumat-Minggu, dimana Lapas Semarang bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bangkit Semarang.

Pelaksanaan ANBK dilakukan di ruang layanan pembinaan Lapas Semarang dengan pendampingan dari petugas serta perwakilan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Melalui asesmen ini, warga binaan diharapkan dapat memperoleh ijazah resmi yang nantinya berguna sebagai modal meningkatkan kualitas diri setelah bebas.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan Lapas terhadap program pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi menegaskan, bahwa pendidikan adalah salah satu aspek fundamental dalam pembinaan di Lapas.

“Kami selalu menginginkan yang terbaik untuk program pembinaan bagi warga binaan. Lapas Semarang berkomitmen penuh memajukan kualitas pendidikan meskipun di balik jeruji. Pembinaan yang humanis dan inklusif adalah wujud implementasi Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelas Fonika, baru-baru ini.

Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Lapas Kelas I Semarang dan PKBM Bangkit yang terus berlanjut dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal bagi warga binaan.

Fonika berharap, program kejar paket dan asesmen ini tidak hanya menjadi rutinitas formal, tetapi benar-benar mampu menumbuhkan motivasi belajar, membuka jalan perubahan, serta membekali warga binaan dengan pengetahuan yang bermanfaat bagi masa depan mereka setelah bebas.

Dengan pendidikan, diharapkan setiap warga binaan mampu bangkit, mandiri, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Ning S