blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Ketua DPRD Saman Halim Nurrohman dan Wakil Bupati Zaeni Miftah menggelar rakor dengan para kepala sekolah dan berbagai pihak, Senin 1/9.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID)– Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Forkopimda menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Kebumen Senin (1/9) 2025.

Hal ini menyusul ditemukannya puluhan pelajar dari berbagai jenjang sekolah. Termasuk sekolah negeri dan swasta yang terlibat dalam aksi tersebut.

Rakor berlangsung melalui tatap muka dan zoom meeting di Aula Disdikpora Kebumen, dihadiriKetua DPRD Saman Halim Nurrohman, Wakil Ketua DPRD Khalisha Adelia Aziza, Wakil Bupati  Zaeni Miftah, Sekda Edi Rianto, segenap Forkopimda, Korwil BIN Kebumen.

Bupati Lilis Nuryani mengungkapkan keprihatinannya karena sejumlah pelajar terlibat dalam unjuk rasa anarkis yang terjadi di depan Kantor DPRD Kebumen pada Sabtu (30/8).

“Tidak sedikit massa yang masih berusia di bawah umur. Bahkan ada yang masih berstatus pelajar, baik SMP maupun SMA. Hal ini tentu menjadi perhatian serius sekaligus keprihatinan kita semua,”ujar Lilis.

Menurut data yang disampaikan, setidaknya 99 pelajar diamankan aparat kemanan. 80% di antaranya merupakan pelajar SMP dan SMA.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Lilis menitipkan pesan khusus kepada para kepala sekolah dan guru. Ia meminta agar mereka memberikan pendampingan dan pengawasan yang lebih intensif kepada para siswa.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menanamkan pendidikan karakter dan nilai kebangsaan sejak dini.

“Berikan ruang dialog bagi siswa untuk menyalurkan pendapat dengan cara yang sehat dan konstruktif, bukan dengan ikut-ikutan aksi massa yang berpotensi menjerumuskan mereka,”tegasnya.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuyani didampingi Forkopimda dan pejabat terkait pada rakor bersama kepala sekolah, Senin 1/9.(Foto:SB/Prokopim)

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith menyampaikan bahwa para pelajar yang diamankan mengaku hanya diajak oleh teman-temannya melalui media sosial. Ia pun mengimbau agar sekolah dan orang tua meningkatkan pengawasan, terutama terhadap penggunaan gawai oleh anak.

Senada dengan Kapolres, Dandim 0709/Kebumen Letkol Arm Purba Sudibyo juga berpesan agar para orang tua dan guru lebih memperhatikan pergaulan anak-anak.”Jangan sampai nanti ada penyesalan di kemudian hari. Mereka ini calon penerus kita ke depan,”ujar Dandim.

Sementara itu Korwil BIN Kebumen Andy mengingatkan agar semua pihak waspada terhadap kelompok yang sengaja memicu kerusuhan dan menggeser tujuan aksi dari penyampaian aspirasi menjadi perusakan fasilitas umum.

Rapat ini menjadi momentum bagi seluruh pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun orang tua, untuk bersinergi menjaga generasi muda Kebumen dari hal-hal negatif dan memastikan daerah tetap aman, nyaman, dan damai.

Mengaku Ikut-ikutan

Di hari yang sama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar acara  “Ngopi Bareng” di Ruang Aroengbinang kompleks Pendopo Kabumian, Senin (1/9) 2025.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Forkopimda ngopi bareng Senin 1/9,(Foto:SB/Prokpim)

Kegiatan itu untuk menyatukan visi dan menolak segala bentuk aksi anarkis di Kebumen. Pertemuan ini dihadiri berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, akademisi, dan komunitas ojek online.

Sebelumnya Forkopimda telah mengadakan pertemuan dengan para camat, kepala desa/lurah, dan kepala sekolah se-Kabupaten Kebumen.

Kapolres Kebumen, AKBP Eka Baasith, mengungkapkan bahwa sebagian besar dari 98 peserta yang diamankan adalah remaja. Bahkan ada yang masih duduk di bangku SMP.”Mereka mengaku hanya ikut-ikutan diajak teman,” jelas AKBP Eka Baasith.

Setelah didalami, Forkopimda sepakat untuk mengembalikan para pelajar tersebut kepada orang tua masing-masing.

Fakta lain ditemukan oleh Dandim 0709 Kebumen, Letkol Arm Purba Sudibyo. Ia menuturkan bahwa rata-rata peserta aksi berada di bawah pengaruh minuman keras.

“Saat ada yang bawa dua botol, saya inisiatif minta. Saya kira isinya air mineral semua. Ternyata satu botolnya berisi minuman keras,”ungkap Dandim.

Ketua DPRD Kebumen pun Saman Halim Nurrohman, menyayangkan aksi anarkis tersebut. Meskipun gerbang gedung DPRD rusak, pihaknya tetap terbuka untuk menerima kritik dan saran. Namun, ia menilai aksi pada hari Sabtu itu tidak jelas tujuannya.

“Mereka tidak menyampaikan aspirasi atau membawa sebuah mandat. Padahal kami sudah siapkan tempat di dalam untuk diskusi atau audiensi,”ujar Saman.

Senada dengan Ketua DPRD, Korwil Badan Intelijen Negara (BIN) Kebumen Andy mengingatkan bahwa aksi demonstrasi rentan disusupi oknum yang sengaja memprovokasi.”Kami mencermati peran kelompok anarko yang menggeser tujuan aksi dari penyampaian aspirasi menjadi perusakan fasilitas umum,”jelas Andy.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda yang telah menjaga keamanan dan stabilitas daerah. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam menjaga generasi muda.

“Saya benar-benar merasa menjadi sosok ibu, karena dijaga oleh Forkopimda, Sekda, dan pimpinan OPD. Sekali lagi terimakasih,”ucap Lilis.

Sedangkan Wakil Bupati Zaeni Miftah menyoroti beberapa hal penting yang perlu dilakukan ke depan.

Zaeni menekankan perlunya edukasi wawasan kebangsaan bagi generasi muda, peran aktif organisasi keagamaan dan akademisi, serta pentingnya teladan dari para elite politik untuk menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat.

Adapun pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan tekad dan menegaskan sikap bersama bahwa tidak ada tempat bagi perusuh di Kebumen.

Komper Wardopo