blank
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono saat menjadi inspektur upacara di SMA Muhammadiyah Purwodadi, Senin (1/9/2025). Foto: Tya WIdya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto hadir sebagai pembina upacara bendera di SMA Muhammadiyah Purwodadi pada Senin (1/9/2025).

Kehadirannya di tengah pelajar ini merupakan bentuk pembinaan generasi muda pasca terjadinya aksi unjuk rasa yang melibatkan siswa di Grobogan.

Dalam amanatnya, Kapolres Grobogan mengajak seluruh siswa SMA Muhammadiyah untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

BACA JUGA : Kongres Persatuan PWI Sukses dan Demokratis, Panitia Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Berbagai Pihak

Ia menegaskan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam menciptakan situasi kondusif, terlebih setelah adanya aksi pelajar yang berujung ricuh.

Pihaknya menyampaikan bahwa aksi tidak tertib justru merugikan pelajar sendiri karena bisa berdampak pada masa depan mereka.

Menurutnya, unjuk rasa yang dilakukan dengan cara menyerang bukanlah langkah yang tepat bagi generasi muda dalam menyuarakan aspirasi.

Ia menyinggung perkembangan aksi pelajar yang sempat merebak di Jakarta hingga menjalar ke Purwodadi dan melibatkan banyak siswa.

Dalam aksi anarkis pada Sabtu (30/8/2025) lalu, polisi mengamankan 99 pelajar SMP, SMA, dan SMK dari Grobogan, Blora, hingga Demak.

Kapolres Grobogan menegaskan bahwa keterlibatan pelajar dalam aksi seperti itu tidak memberikan manfaat sama sekali.

Ia mengingatkan pelajar agar tidak terjebak rasa takut ketinggalan atau fomo, karena hal itu bisa menjerumuskan pada tindakan salah.

Kapolres juga menekankan bahwa masa depan bangsa bergantung pada kualitas generasi muda, termasuk pelajar SMA Muhammadiyah.

Karena itu, ia mengimbau siswa untuk disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sejak dini.

Dalam amanatnya, Kapolres Grobogan mengulang pesan penting agar siswa tidak ikut-ikutan aksi yang berpotensi melanggar hukum.

Ia meminta pelajar untuk fokus belajar, menjaga masa depan, dan mendukung terciptanya ketertiban di Kabupaten Grobogan.

Selain upacara, Kapolres Grobogan menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah siswa melalui sesi tanya jawab.

Kegiatan ini menjadi sarana komunikasi langsung antara aparat kepolisian dengan pelajar dalam suasana yang terbuka.

Kapolres Grobogan berharap, kegiatan pembinaan ini dapat memperkuat peran sekolah dalam membentuk karakter dan kesadaran hukum siswa.

BACA JUGA : Pemkab Kudus Larang Kendaraan Dinas ke Luar Kota, ASN Diminta Pakai Seragam Batik

Pihaknya menilai SMA Muhammadiyah memiliki kontribusi besar dalam mencetak pelajar yang taat aturan dan berjiwa kebangsaan.

Untuk diketahui, kegiatan Kapolres Grobogan sebagai pembina upacara di sekolah merupakan bagian dari agenda Forkopimda secara serentak.

Melalui pendekatan ini, aparat berharap sinergi antara polisi, sekolah, dan pelajar semakin kuat untuk menjaga persatuan dan keamanan.

TYA WIDYA