blank
Pengunjung membeli produk sayuran yang disediakan stan Kecamatan Ngablak, hari ini (Sabtu 23/8/25). Foto: dok

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Sebanyak 135 stan atau kios ikut Festival UMKM tingkat kabupaten dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang digelar di Lapangan Sawitan, Kota Mungkid. Pameran dan penjualan aneka produk itu dibuka oleh Bupati Grengseng Pamuji, Jumat (22/8/25) malam.

Bupati dalam kesempatan itu mengatakan, melalui
“Semarak Gemilang Festival UMKM” itu tidak hanya merayakan 80 tahun kemerdekaan bangsa kita. Tetapi juga mengukuhkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi. “Penyelenggaraan semarak Gemilang ini merupakan kolaborasi dari kegiatan Festival UMKM, Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah, Borobudur Techno Festival, Karnaval Budaya, Pentas Wayang Kulit, Festival Ekoprint, serta stakeholder terkait,” jelasnya.

Melalui festival itu dapat dilihat betapa kreatif dan gigihnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Magelang, serta kekompakan dalam menggelar even yang semeriah itu. “Mereka adalah pahlawan ekonomi kita, yang terus berinovasi dan berkarya, bahkan dalam kondisi yang penuh tantangan,” katanya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen untuk terus mendukung dan membina UMKM. Menurutnya, dengan berkembangnya UMKM, perekonomian daerah akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Dalam kesempatan itu dia menekankan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membuat database. “Kita bisa membangun UMKM menjadi baik ketika punya database yang kuat, hidup, sampai sektor mikro. Dengan begitu bisa membuat skala prioritas kebijakan yang harapannya bisa mengangkat UMKM di daerah,” tuturnya.

Berbagi Ilmu

Ditambahkan, festival tersebut selain menjadi wadah promosi dan penjualan, juga diharapkan dapat menjadi ajang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan menjalin kolaborasi.Karena, melalui kegiatan itu untuk mengenalkan potensi dan produk unggulan Kabupaten Magelang.Juga untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kreativitas inovasi, serta kualitas produk UMKM. Diarahkan pula guna pengendalian inflasi media rekreasi dan hiburan masyarakat yang murah dan merakyat.

“Untuk itu saya mengajak masyarakat terus mendukung produk-produk lokal,” ajaknya.

Dia juga berharap produk daerah setempat bukan hanya berkualitas lokal, tetapi juga internasional. “Sudah saatnya kita bangkit dan produk UMKM Kabupaten Magelang saya yakin bisa bangkit sampai go internasional,” harapnya.

blank
RSUD Kabupaten Magelang ikut memberikan layanan kesehatan di festival UMKM, yang berlangsung 22-25 Agustus 25. Foto: dok

Dia menyatakan akan memulai hal itu bersama Wakil Bupati, Sahid, dengan berbasis data. Menurut dia, banyak data UMKM yang belum menjadi database di dinas terkait. Itu tidak masalah, ke depan setahap demi setahap harus mulai didata. “Permasalahannya apa, ukurannya apa, kualitasnya seperti apa,” katanya.

Pemkab Magelang harus belajar membuat catatan terhadap produk-produk hasil UMKM. Bukan hanya bisa memproduksi, tetapi kualitasnya juga harus terukur. Karena ke depan, tantangan kita bukan hanya tantangan lokal. Ke depan tantangan UMKM kita adalah tantangan internasional.

Menurut Bupati, kali ini tantangan itu sudah terbuka. Ketika pasar sudah dibuka, ekspor sudah dibuka, maka mau tidak mau akan ikut di dalamnya. Suka tidak suka kita harus memperbaiki kualitas.

Dalam kesempatan yang sama dia menyatakan bangga dengan hasil karya anak bangsa, bangga dengan produk-produk dari Kabupaten Magelang. Dengan membeli produk UMKM, tidak hanya mendapatkan barang atau jasa yang berkualitas, tetapi juga ikut berkontribusi dalam memajukan perekonomian daerah dan membantu para tetangga untuk terus bersemangat. Bupati juga berharap kolaborasi dan sinergi seperti itu terus ditingkatkan, untuk mendorong roda perekonomian dan UMKM semakin maju.
Diharapkan akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magelang.

Mengenal Potensi

Plt Kepala Disperindagkop UKM, Kunta Hendradata, dalam laporannya menyebutkan, acara itu untuk mengenal potensi dan produk Kabupaten Magelang. Selain itu sebagai upaya Pemkab Magelang dalam mengendalikan inflasi. Juga menjadikan media rekreasi dan hiburan masyarakat yang murah dan merakyat. Berbagi kebahagiaan dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat kabupaten.

Selaku panitia dia sebutkan, itu merupakan kolaborasi Dinas Perdagangan, Koperasi UKM dengan Dekranasda, Komunitas Ekoprint, Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, dan kecamatan se- Kabupaten Magelang. Dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan potensi produk unggulan daerah setempat.

Melibatkan pula Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Pangan, Perum Bulog. Juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan.

“Kegiatannya berlangsung 22-25 Agustus. Agendanya pasar murah, gerakan pangan murah, pameran produk UMKM, lomba mewarnai paud/TK, gelar budaya, pentas musik, fashion show,” jelasnya

Eko Priyono