blank
Peserta penataran pelatih pratama Forki Jateng, saat mendengarkan paparan materi dari Dr Muhlisin MPd, mengenai long term athlete development. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Dalam penataran pelatih pratama yang digelar Pengprov Forki Jawa Tengah, di Hotel Grasia Semarang, Jumat (22/8/2025), tersaji sejumlah materi penting dari sejumlah narasumber yang hadir.

Ketua Panitia, Bayu Eka Erdiyan melaporkan, sebanyak 119 pelatih dari 34 Pengcab Forki, hadir dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu. Fakta ini membuat Wakil Ketua Umum II Pengprov Forki Jateng, Adam Prabowo, yang mewakili Ketua Umum Pengprov Bambang Raya Saputra, merasa sangat senang.

”Saya merasa gembira, melihat antusiasme teman-teman dari 15 perguruan karate ini. Ini ruang untuk menimba ilmu kepelatihan secara komprehensif. Saya berharap, teman-teman semangat dan serius mencermati materi yang disajikan narasumber,” katanya.

BACA JUGA: Sambut HUT Ke-77, Polwan Polres Kebumen Ziarah ke TMP

Disebutkan dia, penataran kali ini tentu berbeda dengan yang lalu. Jika sebelumnya penataran dan sertifikasi pelatih materinya lebih banyak mengenai peraturan pertandingan, kali ini lebih fokus pada ilmu kepelatihan olahraga.

Menurut dia, fakta di lapangan dalam hal penguasaan ilmu kepelatihan yang berbasis sport science, masih sangat lemah. Misalnya, dalam membuat periodisasi latihan dan pembinaan fisik, terkadang belum bagus.

Belum lagi tentang dasar-dasar kepelatihan, gizi olahraga, psikologi olahraga, tes dan pengukuran kemampuan atlet, dan penyusunan program kepelatihan secara lengkap.

BACA JUGA: Polder Semarang Tawang Jadi Ruang Publik Sehat, Simbol Kedekatan KAI dengan Masyarakat

”Ini ruang yang tepat untuk belajar dan mencari ilmu. Saya berharap, teman-teman pelatih bukan hanya serius mencerna materi yang disajikan, namun juga aktif dalam berinteraksi dengan narasumber,” pintanya.

Setelah elemen pelatih tergarap baik, dia yakin fokus Pengprov Forki bisa tercapai. Karena program pembinaan elemen prestasi lainnya, yakni wasit-juri dan atlet, sudah berjalan dengan baik.

Wasit-juri Jateng yang berlisensi Nasional dan internasionbal, sudah cukup banyak. Demikian pula prestasi atlet Jateng, selain di tingkat Nasional, juga di kejuaraan internasional.

BACA JUGA: Amnesti dan Abolisi dari Sudut Pandang Praktisi Hukum

”Karateka yang bergabung di tim Nasional persiapan SEA Games, dalam pertandingan internasional, mampu meraih medali emas, perak dan perunggu,” ungkap dia lagi.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana yang diwakili Wakil Ketua Bidang Diktar, Handoyo DW, secara tegas menyebutkan, salah satu program yang perlu disiapkan untuk menghadapi PON XXII di NTB-NTT pada 2028 yakni, pemantapan kualitas pelatih di semua cabang olahraga.

Pasalnya, pihak KONI sangat meyakini, dengan pelatih berkualitas, maka akan bisa mencetak atlet berprestasi. Tentu hal yang sama juga diperlukan cabang karate. Dengan prestasi satu emas dan tiga perunggu di PON XXI Aceh-Sumut, tentu ke depan targetnya lebih dari itu.

”Teman-teman pelatih perlu mengikuti panataran ini, dengan semangat dan sungguh-sungguh. Saya kira ini juga bagus untuk persiapan menghadapi Porprov Jateng, yang digelar tahun depan di Semarang Raya,” imbuh Handoyo, yang sekaligus membuka acara penataran pelatih pratama Forki Jateng ini.

Riyan