SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), belum lama ini memberikan pendampingan teknis pada warga Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Tim PKM USM memberikan pendampingan dalam melakukan pemasangan batu belah, untuk memperbaiki dinding penahan jalan yang longsor, di ruas Semarang–Godong, sebuah jalur penting penghubung antarwilayah.
Menurut Son Haji ST MT, selaku Ketua PKM USM dengan anggota Dr Dhamang Budi Cahyono ST MT menyatakan, curah hujan tinggi di awal tahun 2025, menyebabkan kerusakan sepanjang kurang lebih 30 meter, pada dinding penahan jalan.
BACA JUGA: Dekan FH USM Lepas 98 Lulusan, Ini Pesan Rektor
”Kondisi ini mengancam keselamatan pengguna jalan dan akses warga. Metode ini kami pilih karena material mudah didapat secara lokal, biaya relatif ekonomis, serta terbukti kuat menahan tekanan tanah,” katanya.
Dia menambahkan, selama kegiatan masyarakat mendapatkan pelatihan teori, praktik lapangan, dan pendampingan konstruksi. Warga dilatih mulai dari cara persiapan fondasi, penyusunan batu agar saling mengunci, hingga penerapan sistem drainase sederhana, untuk mencegah longsor susulan.
Selain itu, tim juga menyusun panduan teknis sederhana yang dapat digunakan warga sebagai acuan untuk perbaikan infrastruktur di masa mendatang. Hasil kegiatan menunjukkan, dinding penahan berhasil diperbaiki sesuai standar teknis.
BACA JUGA: Empat Mahasiswi USM Terima Penghargaan dari Rektor
Disampaikan Son Haji, warga semakin memahami pentingnya konstruksi yang benar, dan aktif terlibat dalam proses pelaksanaannya. Pendekatan kolaboratif ini, tak hanya menyelesaikan masalah longsor, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga infrastruktur desa.
”Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti nyata, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, dalam mencari solusi praktis, ekonomis, dan berkelanjutan bagi permasalahan infrastruktur lokal,” ungkapnya.
Riyan













