blank
Momentum pengibaran bendra di perempatan Danyang oleh Komunitas Sepeda Tua dan Sat Lantas Polres Grobogan. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Ada pemandangan unik saat detik-detik proklamasi HUT ke-80 RI di Perempatan Danyang, Jalan Diponegoro, Sabtu (17/8/2025).

Delapan sosok presiden Indonesia seolah hadir dalam upacara pengibaran bendera yang digelar di Perempatan Danyang, Kota Purwodadi.

Para pria berbaju batik dengan topeng wajah Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga Prabowo Subianto menjadi pemeran utama dalam upacara tersebut.

BACA JUGA : JNE Resmi Jadi Mitra Logistik Konser Dewa 19 Feat. Allstars 2.0 di stadion Gelora Bung Karno

Kegiatan kreatif ini digagas oleh Komunitas Sepeda Tua Grobogan bersama Komunitas Sepeda Onthel Batas Kota.

Tahun ini, mereka mengusung tema seni dan budaya dalam peringatan kemerdekaan.

Ketua Komunitas Sepeda Tua Grobogan, Sugiyanto, mengatakan angka 80 memiliki makna tiada batas.

Ia berharap seluruh bangsa Indonesia bisa merasakan kesejahteraan yang tak pernah putus.

Upacara dimulai tepat pukul 09.58 WIB. Petugas menghentikan seluruh kendaraan di perempatan agar pengendara bisa ikut menghormati jalannya prosesi.

Para tokoh bertopeng presiden bertugas mengibarkan bendera Merah Putih dengan khidmat.

Usai pengibaran, salah seorang di antara mereka membacakan teks Proklamasi yang disimak serius oleh peserta dan pengguna jalan.

Kemeriahan bertambah ketika sejumlah pria bertopeng warok tampil menari.

Mereka mengenakan busana serba hitam dengan selendang batik di pinggang sambil memainkan cemeti. Aksi ini menjadi penutup dengan nuansa seni tradisional.

“Pemilihan perempatan Danyang sebagai lokasi upacara bertujuan agar masyarakat bisa berhenti sejenak, memberi hormat kepada bendera, serta mengenang jasa para pahlawan,” kata Sugiyanto.

CINTA TANAH AIR

Sementara itu, Kanit Laka Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Arie, menilai kegiatan tersebut bukan hanya bentuk nasionalisme.

Pihaknya menilai, kegiatan ini juga wujud kreativitas masyarakat dalam memaknai kemerdekaan.

Menurutnya, inisiatif komunitas sepeda tua ini menjadi contoh positif dalam merawat nilai budaya dan kebangsaan.

“Kegiatan ini sangat menarik karena mengajak masyarakat untuk terlibat langsung sehingga turut meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa,” ujarnya.

Untuk menjaga kelancaran acara, Sat Lantas Polres Grobogan mengerahkan sekitar 20 personel. Petugas memastikan lalu lintas tetap terkendali selama prosesi berlangsung.

blank
Personel Sat Lantas Polres Grobogan berbaur dengan para peserta dalam Detik Detik Proklamasi di Jalan Diponegoro, Purwodadi, Minggu (17/8/2025). Foto: Tya Widya.

Iptu Eko Arie menambahkan, pihaknya mendukung penuh acara semacam ini karena mampu menumbuhkan rasa persatuan di tengah masyarakat.

BACA JUGA : Pemkot Semarang Gelar Lomba Masak Pangan Nonberas untuk Angkat Potensi Lokal

Ia berharap upacara kreatif di Perempatan Danyang bisa terus dilestarikan setiap tahun. Dengan begitu, generasi muda dapat mengenang perjuangan sekaligus mencintai seni dan budaya lokal.

Peringatan unik ini pun menjadi sorotan warga yang melintas. Banyak pengendara mengabadikan momen langka tersebut melalui ponsel mereka.

Semangat kolaborasi antara komunitas sepeda tua dan Sat Lantas Polres Grobogan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi daerah lain dalam memaknai HUT ke-80 RI dengan cara kreatif.

 

TYA WIDYA