WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pimpinan Daerah Rifa’iyah Wonosobo menyelenggarakan mujahadah dan tasyakuran di Gedung PD Rifa’iyah setempat.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur Forkopimcam Kertek, seperti Kapolsek, Danramil, Ketua MUI dan Ketua MWC NU Kecamatan Kertek.
Turut hadir pula Ketua PC Muhammadiyah, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kholik Idris, Anggota DPRD Wonosobo Safik Anang Hidayatullah, jajaran PD Rifa’iyah Wonosobo, Pimpinan Cabang Rifa’iyah dan PC AMRI se-Kabupaten Wonosobo.
Rangkaian acara mujahadah dan doa bersama dimulai dengan khataman Alquran, doa khotmil Quran yang dipimpin Ketua MUI Kertek, K Muhammad Alim Alh. Selanjutnya, mujahadah diimami K Hayatudin dan acara ditutup dengan tausiyah yang disampaikan KH Afif Afadlol.
Ketua PD Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo, K Nurdin Ma’ruf, menegaskan pentingnya rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan Allah SWT.
Persatuan dan Kesatuan

“Kemerdekaan RI yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan oleh para pahlawan bangsa, hendaknya kita isi dengan melanjutkan cita-cita perjuangan mereka. Yakni mewujudkan Indonesia yang bersatu, adil, makmur dan sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, KH Afif Afadlol dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dia menekankan bahwa kebersamaan, ukhuwah, dan semangat gotong royong merupakan fondasi utama dalam merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Acara mujahadah, doa bersama dan tasyakuran HUT Kemerdekaan RI ke-80 RI ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan.
Selain sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat spiritualitas umat sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mengisi kemerdekaan dengan karya nyata demi kemajuan bangsa.
Muharno Zarka













