blank
Tim PKM Dosen Teknik Elektro USM, saat memberikan pelatihan di SMA Kesatrian 2 Semarang. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Teknik Elektro Universitas Semarang (USM), belum lama ini memberikan pelatihan pengenalan dasar teknik tenaga listrik, kepada siswa kelas XII SMA Kesatrian 2 Semarang.

Tim PKM terdiri dari Titik Nurhayati, Budiani Destiningtias, Isya’ Aryan Sulstyo, Yusuf Hilal, serta melibatkan seorang mahasiswi, Vera. Dalam keterangannya, Titik Nurhayati mengatakan, tim PKM melaksanakan kegiatan pengenalan dasar teknik tenaga listrik, kepada para siswa-siswi sekolah itu.

”Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal kepada siswa, mengenai konsep dasar kelistrikan. Khususnya sistem tenaga listrik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, maupun di dunia industri,” kata Titik.

BACA JUGA: LPPM USM Raih Penghargaan Mitra Kolaborasi Terbaik 2025

Menurut dia, para siswa mendapatkan materi tentang pengertian dasar hukum pemasangan instalasi listrik, Undang-Undang No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Peraturan Pemerintah (PP) No 25 Tahun 2023 tentang Keselamatan Ketenagalistrikan yang menggantikan PP No 10 Tahun 1989, dan memperbarui standar keselamatan.

Selain itu, ada Permen ESDM No 12 Tahun 2021 tentang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik SNI 04-0225-2000, tentang tata cara perencanaan instalasi listrik bangunan Gedung, SNI IEC 60364 (seri) tentang instalasi listrik tegangan rendah.

Lalu ada juga PUIL 2011 acuan teknis utama untuk pemasangan instalasi listrik tegangan rendah, dan belajar membaca single line maupun wiring diagram, serta praktek instalasi penerangan secara langsung.

BACA JUGA: USM Sambut Mahasiswa Internasional di Pekan Kedua ‘Summer Space 2025’

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan kombinasi penjelasan teori, gambar ilustrasi, dan contoh penerapan di lapangan. Sehingga siswa dapat memahami hubungan antara konsep yang dipelajari di sekolah, dengan aplikasinya dalam dunia nyata.

Pada saat pelatihan juga dilakukan kuisioner pre test dan postest, yang menunjukkan adanya perubahan pemahaman, kuiseoner pretest dengan hasil 46 persen, setelah diberikan materi hasil kuisioner meningkat jadi 98 persen.

Salah satu peserta kelas XII IPA, Clarinta mengaku senang, karena materinya mudah dipahami dan bermanfaat. Dia menjadi lebih tahu tentang listrik.

BACA JUGA: Mahasiswa FH USM, Christian Adinata Juara Thailand International Series 2025

Sementara itu, Rektor USM, Dr Supari menambahkan, kolaborasi nyata bisa dilakukan melalui penguatan kurikulum, pelatihan soft skills, serta pembekalan kepemimpinan sejak mahasiswa masih di bangku kuliah.

”Kita perlu membangun ekosistem triple helix, kampus, industri, pemerintah, agar lulusan teknik tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin,” ujarnya.

Riyan