WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas), hendaknya diberikan dengan penuh empati, ramah dan menghargai hak pasien. Ini penting dilakukan, untuk menciptakan suasana aman, nyaman dan demi meningkatkan kepuasan pasien.
Demikian dikedepankan Juru Bicara Fraksi Partai PDI Perjuangan DPRD Wonogiri, Any Wahyu Setyawati SE, Senin (11/8/25), saat menyampaikan laporan reses masa persidangan III Tahun 2024/2025. ”Sehingga tidak ada lagi pasien yang mengeluhkan tentang pelayanan saat berobat di Puskesmas,” tegas Any.
Laporan reses, disampaikan di rapat paripurna DPRD yang digelar di Ruang Graha Paripurna lantai dua Gedung DPRD Kabupaten Wonogiri. Rapat paripurna dihadiri 39 dari 50 Anggota Dewan, dipimpin Ketua DPRD Wonogiri Sriyono bersama Wakil Ketua Krisyanto didampingi Sekretaris DPRD Wonogiri Edhy Tri Haditantho. Ikut hadir Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Sekda FX Pranata bersama para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Laporan reses dari Fraksi Partai Golkar disampaikan oleh Reni Toriliana, Fraksi PKS oleh Iwan Susilo, Fraksi Partai Gerindra Plus PAN oleh Iskandar dan dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat oleh Susanto. Reses-III Tahun 2024/2025 para Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, dilakukan Tanggal 5 dan 6 Agustus 2025.
Reses dilakukan dalam upaya menyerap aspirasi, temuan dan masukan dari masyarakat. ”Fraksi PDI Perjuangan berharap Pemda meningkatkan infrastruktur jalan dan meningkatkan Penerangan Jalan Umum (PJU), demi keselamatan dan keamanan masyarakat,” tegas Any sembari menambahkan Pemda diminta melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa.
Prioritas
”Pemda perlu memprioritaskan rehabilitasi jalan utama yang rusak,” ujar Iskandar sebagai Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra Plus PAN. Lakukan pendataan terhadap jembatan yang rusak atau putus, demi mencegah terjadinya isolasi wilayah. Pemda, perlu menggagas bantuan atau subsidi peralatan pertanian, membangun dan merevitalisasi irigasi serta drainase, untuk menghindarkan gagal panen, serta mengadakan pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital dan pengelolaan keuangan pelaku UMKM.
Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Reni Troliana, mendesak, demi memenuhi irigasi petani, pembangunan sumur pantek, harus dilakukan di semua dusun. Di sisi lain, Reni, memprihatinkan tindak kekerasan dan seksual pada anak, untuk selanjutnya dilakukan pencegahan guna meminimalisir.
Susanto sebagai Juru Bicara Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat, minta agar Pemda melakukan penguatan ketahanan pangan, meningkatkan akses terhadap Alat Mesin Pertanian (Alsintan), pendampingan teknologi pertanian tepat guna dan pemasaran hasil. Juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui dukungan modal usaha, pelatihan UMKM dan penguatan koperasi desa.
Terkait dengan ketersediaan air bersih di daerah rawan kekeringan, pelu percepatan pembangunan sumur pantek dan jaringan irigasi.
Juru Bicara Fraksi PKS, Iwan Susilo, minta agar penerima BPJS Kesehatan sesuai dengan data pembaharuan dan tepat sasaran kepada warga yang berhak menerima. ”BPJS PBI yang sempat dinonaktifkan, hendaknya diaktifkan kembali,” ujar Iwan Susilo.
Iwan, minta Pemda mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen. Untuk Koperasi Merah Putih, jangan sampai mengalami gagal bayar terhadap pinjaman dan tidak menyisakan masalah di kemudian hari.
Bupati Setyo Sukarno, menyatakan, menerima masukan hasil reses untuk masukan dalam menyusun rencana pembangunan, yang disinergikan dengan skala prioritas. Pemda, berupaya untuk menurunkan angka pengangguran dari 2,4 persen menjadi 1,9 persen. Menaikkan pertumbuhan ekonomi dari 4,92 persen menjadi 5,5 persen.(Bambang Pur)













